Agus Budiman Menunggu Dideportasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Alexandria:Agus Budiman, warga negara Indonesia yang dinyatakan Pengadilan Distrik Alexandria, Virginia, Amerika Serikat, tidak terlibat serangan 11 September di New York menunggu dideportasi ke Indonesia. Lelaki 31 tahun itu akan segera kembali ke Indonesia setelah menjalani masa pidana selama tujuh bulan karena dinyatakan terbukti menggelapkan kartu identitas. "Saat ini pihak INS (Kantor Pelayanan Imigrasi dan Naturalisasi) di negara bagian Virginia sedang mempersiapkan untuk proses deportasi," kata Kepala Bidang Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Sukanto. Untuk sementara, Agus masih ditahan karena masih harus mengikuti dengar pendapat untuk deportasi. Saudara Agus, Ahmad Faisal, mengatakan ia dan Agus merasa lega karena bisa kembali ke Indonesia. Meski demikian, pihaknya tetap tidak bisa menerima perlakuan pemerintah Amerika Serikat. “Dia (Agus, red) telah berlaku baik terhadap pemerintah AS. Namun pemerintah memperlakukan dia demikian. Itu tidak adil,” kata dia. Jaksa mendakwa Agus membantu menjadi penghubung pengurusan visa bagi dua orang yang terlibat pembajakan pesawat yang menyerang gedung World Trade Centre New York. Salah seorang dari dua orang tersebut belum pernah masuk ke AS. Agus juga dianggap mengenal Mohammed Atta, salah seorang otak pelaku serangan terorisme tersebut, ketika keduanya tinggal di Jerman. Penasehat hukum Agus, William B. Moffit, menyatakan kliennya tidak mengenal nama orang-orang yang dibantunya mengurus visa dan Mohammed Atta. Maret lalu, Agus mengaku bersalah menggelapkan identitas, mengaku menolong orang memperoleh surat izin mengemudi secara ilegal. Jaksa mengusulkan untuk mengurangi hukuman 2 bulan menjadi tujuh bulan. Hakim Distrik di Alexandria, Gerald Bruce Lee mengabulkan permohonan tersebut. (Washington Post/Antara/Wuragil)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?