Indonesia Tidak Menerima Pergantian Rezim di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Menteri Luar Negeri Nur Hasan Wirajuda melihat isu pelucutan senjata di Irak sudah bercampur aduk dengan isu pergantian rezim. Soal pergantian rezim, kita sukar menerimanya, kata Menteri Hasan di Bandung, Jumat (14/03). Yang pasti, aksi militer Amerika Serikat hanya akan menimbulkan kerusakan pada tatanan dunia yang ada. Menurut Hasan, bukan hanya pemerintah namun juga berbagai komponen masyarakat, termasuk para tokoh dan pemimpin lintas agama tidak menginginkan terjadinya perang di Irak. Pemerintah Indonesia bersama negara-negara anggota Gerakan Non Blok dan Organisasi Negara-negara Islam sudah berusaha keras untuk menggulirkan masalah ini secara bersama ke dewan keamanan PBB. Hasan malah menyindir negara-negara Islam di Timur Tengah yang membantu pangkalan militer Amerika Serikat. Padahal pangkalan militer itu hanya memperlancar terjadinya perang di Irak. Sikap negara-negara penyedia pangkalan, kata Hasan, berseberangan dengan upaya perdamaian yang diperjuangkan banyak pihak. Namun jika perang akhirnya pecah juga, Hasan tidak melihat gejala akan ada bantuan tenaga milisi muslim Indonesia untuk membela Irak.(Bobby Gunawan-Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.