Agus Dwikarna Mengaku tidak Bersalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Agus Dwikarna, warga Indonesia yang dituduh membawa bahan peledak secara ilegal mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang ditanyakan hakim Henrich Ginggoyun kepadanya dalam persidangan hari ini. Demikian dikatakan Kepala Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Triyogo Jatmiko kepada tempo news Room melalui telepon, Rabu (8/5) sore. ‘’Agus menyatakan tidak bersalah ketika ditanyai hakim apakah terhadap tuduhan itu anda bersalah atau tidak,’ ujar Triyogo. Menurutnya, karena Agus telah menyatakan dirinya tidak bersalah terhadap tuduhan tersebut, maka majelis hakim menunda persidangannya hingga 16-17 Mei mendatang. Pada sidang selanjutnya itu, lanjut Triyogo, majelis hakim telah meminta kepada jaksa penuntut umum dan pengacara Agus Dwikarna, J.N. Moreno dan Abdurrahman Linzard, untuk menghadirkan saksi-saksi. Dari pihak pengacara Agus sendiri rencananya akan dihadirkan rekan bisnis yang ikut menemani perjalanan Agus ke Mindanao, Filipina Selatan. Triyogo menambahkan, mengenai sidang permohonan Agus untuk mengubah statusnya menjadi tahanan luar telah ditolak. Pasalnya, sesuai dengan yurisprudensi, seseorang yang terkait dengan kasus imigrasi tidak berhak mengajukan permohonan tahanan luar. Sementara menurut pengacara Agus Dwikarna, Abdurrahman Linzard, alasan Agus Dwikarna menyatakan dirinya tidak bersalah artinya pihaknya akan terus berjuang dalam kasus ini. ‘’Artinya pemerintah (Filipina) akan mulai membuktikan bahwa dia (Agus Dwikarna) bersalah, karena di Filipina semua tuduhan diasumsikan tidak bersalah,’ ujar Linzard. Linzard menambahkan, pihaknya akan membuktikan bahwa Agus Dwikarna tidak bersalah setelah pihak kepolisian Filipina membuktikannya terlebih dahulu. Ditambahkannya, strategi yang akan mereka gunakan adalah tergantung pada pengadilan. ‘’Apa yang bisa kita terima tidak perlu mereka buktikan dan apa yang tidak kita terima harus mereka buktikan,’’ kata Linzard. Lebih lanjut dijelaskannya, pihaknya akan mengahdirkan beberapa orang saksi dan dokumen-dokumen sebagai bukti. ‘’Yang saya perlukan profil perusahaan Agus, saksi-saksi dari Jakarta, keterangan dari pihak kepolisian di Jakarta bahwa Agus bukan orang jahat dan tidak terlibat dengan berbagai kejahatan khususnya kejahatan terorisme,’ jelas Linzard. Ia juga mengungkapkan, saksi-saksi yang akan mereka hadirkan antara lain rekan bisnis Agus Dwikarna di Filipina dan bahkan Ramsil Linrung serta Abdul Jamal Balfas, termasuk pula keluarga Agus Dwikarna. Sementara saksi dari pihak kepolisian Filipina adalah aparat keamanan Bandara International Ninoy Aquino yang menangkap Agus dwikarna beserta dua rekannya pada 13 Maret lalu. Linzard mengaku terkejut dan mengaku tidak tahu mengenai kedatangan utusan khusus presiden Filipina, Noeberto Gonzales untuk mencari tahu mengenai seluk-beluk Agus Dwikarna.ke Indonesia. ‘’Keputusan ini tidak diperbolehkan. Saya akan gunakan taktik-taktik mematai tersebut untuk melawan mereka.’’ Ia juga mengakui, proses peradilan Agus Dwikarna akan memakan waktu lama. ‘’Insya Allah, kami akan terus berusaha,’’ tambah Linzard ketika ditanya mengenai kesempatan Agus Dwikarna untuk bebas sebagaimana dua rekannya sebelumnya. Sidang yang rencananya berlangsung pada Rabu (8/5) pukul 08:00 waktu Manila (pukul 07:00 WIB) baru dimulai pukul 10:00 waktu setempat. Dalam persidangan yang berlangsung selama kurang lebih 25 menit di Pasai City, Manila, Agus Dwikarna didampingi oleh salah seorang dari dua orang pengacaranya, Abdurrahman Linzard dan staf KBRI di Manila, Okravino Alimuddin yang bertugas sebagai penerjemah. Proses persidangan pertama ini disebut arrignment. (Faisal-TEMPO News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.