Demonstran Protes Bush di Meksiko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Merida: Ratusan demonstran hari ini berpawai ke Kedutaan Amerika Serikat di Merida, Negara Bagian Yucatan, Meksiko, untuk memprotes kunjungan Presiden Amerika George W. Bush ke negeri itu.Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi antihuru-hara yang mencoba meredakan mereka. Mereka merobohkan barikade dan melempari polisi dengan batu bata, potongan besi, petasan, dan menyemprotkan api.Polisi Meksiko membalas dengan gas air mata, semburan merica, dan pentungan karet, melempar balik batu-batu serta memaksa para demonstran bertekuk lutut. Beberapa pemrotes ditahan dan 11 polisi terluka.Para pengunjuk rasa juga membakar bendera Amerika yang dicoreti dengan gambar tengkorak. Mereka mengibarkan spanduk-spanduk dengan slogan menentang Bush, seperti "Bush, kamu tak disambut di Meksiko. Pergilah ke neraka"."Kami tak setuju dengan kebijakan perangnya," kata Guadalupe Fernandez, perempuan perajin berusia 64 tahun, yang turut dalam unjuk rasa itu. "Bush kecewa karena Amerika Latin sedang bergerak ke kiri."Para pemimpin kiri, di antaranya Presiden Venezuela Hugo Chavez, telah memenangi pemilihan umum di sejumlah negara Amerika Latin pada tahun-tahun belakangan ini. Kampanye mereka sering kali mengecam Amerika.Sementara itu, sang sasaran demonstrasi sedang berada ratusan kilometer di sebelah tenggara Merida. Presiden Bush dan Presiden Meksiko Felipe Calderon berbincang-bincang sambil bertamasya di Piramida Penyihir dan reruntuhan peradaban bangsa Maya kuno lainnya.Meksiko memprotes rencana Washington membangun tembok pemisah sepanjang 1.000 kilometer atau sekitar sepertiga dari panjang perbatasan kedua negara.Tak ada keputusan nyata dari pertemuan kedua pemimpin. "Janji saya kepada Anda dan pemerintah Anda adalah bahwa saya akan bekerja sekeras mungkin yang saya bisa untuk membuat perubahan kebijakan imigrasi," kata Bush kepada Calderon.l AP | AFP | BBC | IWANK

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.