Pers Arab Salahkan Amerika AtasChaos di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Media di jazirah Arab, khususnya Lebanon, menyalahkan Amerika karena membiarkan situasi keamanan di berbagai kota di Irak berubah menjadi chaos dalam upaya pembuatan pemerintahan Irak yang baru pro Washington. Harian Al-Safir di Lebanon menyebut kekacauan itu sebagai bagian dari rencana militer Amerika sehingga bisa mengirimkan tambahan pasukan untuk kemudian mengontrol situasi. Ini agar kehadiran mereka, lanjut harian itu, dianggap sebagai solusi di mata populasi Irak. Bahaya utama dari tindakan semacam ini adalah penjarahan dan konflik antar kelompok yang bisa menjerumuskan rakyat Irak kepada perang saudara, tambah surat kabar. Amerika sedang menghancurkan struktur masyarakat Irak untuk memudahkannya menaruh pemerintahan boneka pilihan para tokoh garis keras di Washington, kata surat kabar Al Mostaqbal, yang dimiliki oleh Perdana Menteri Lebanon Rafiq Hariri. Kelompok garis keras yang dimaksud adalah tokoh konservatif republik yaitu Donald Rumsfeld, menteri pertahanan, dan Paul Wolfowitz, wakilnya. Tampaknya situasi ini menguntungkan tujuan Amerika, karena rakyat Irak mau tidak mau menerima otoritas seperti apapun, terutama yang bergantung kepada pemerintahan Amerika. Sehingga elit garis keras Amerika akan mencapai tujuannya, kata dia. Sementara itu harian popular An-Nahar mengatakan, Hukum rimba sedang terjadi di Irak di bawah hidung Amerika. Sedangkan Al Kifah Al Arabi, yang dekat dengan Libya, menyatakan,Para maling dan penjarah menguasai Irak yang dibebaskan Amerika. Sementara itu, harian berbahasa Perancis Orient Le Jour menulis besar-besar,Irak Jatuh Kedalam Kekacauan. Dan, tulisan halaman muka harian itu menggambarkan situasi nostalgia Irak pada saat Saddam Hussein menjadi presiden. Penjarahan di seluruh negeri, kevakuman kekuasaan, telah menyebabkan populasi rakyat Irak secara terbuka menyesalkan berakhirnya era Saddam Hussein, tulis harian itu. Tentu saja kita kehilangan Saddam Hussein sekarang ini. Di bawah pemerintahannya, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi, kata Kazem al-Faris, seorang suplier elektronik. Budi Riza-Tempo News Room/AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.