Senin, 18 Juni 2018

Dari Markas PBB: Pemerintah RI Akan Bentuk IndoAid, Apa itu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla berbicara di muka Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Dalam kesempatan ini pula, Kalla menyatakan dukungan Indonesia untuk reformasi PBB. AP

    Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla berbicara di muka Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Dalam kesempatan ini pula, Kalla menyatakan dukungan Indonesia untuk reformasi PBB. AP

    TEMPO.CO, New York - Indonesia akan membentuk lembaga bantuan untuk proyek-proyek bantuan internasional bernama IndoAid. Wakil Presiden Jusuf Kalla menginformasikan hal ini dalam keterangan pers di East Lounge atau Qatar Lounge, Markas Besar Perserikatan Bangsa Bangsa, New York, Kamis 21 September 2017.

    “Kita sekarang sudah menjadi negara dengan ekonomi menengah. Kita harus membantu yang di bawah kita,” kata Kalla yang memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-72.

    Secara berkelakar Kalla mengatakan, kalau Amerika Serikat punya US Aid, Australia punya AusAid, maka Indonesia akan punya IndoAid.

    Menurut Kalla, niat pemerintah tersebut telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Mula-mula dana untuk bantuan kemanusiaan internasional itu direncanaan Rp 1 triliun dan secara bertahap ditingkatkan. “Nanti bisa dua triliun (rupiah0, tiga triliun (rupiah),” ujarnya.

    IndoAid menurut Kalla bukan merupakan lembaga donor melainkan murni untuk bantuan kemanusiaan internasional. Nantinya lembaga ini berada di bawah pengawasan Kementerian Luar Negeri.

    PHILIPUS PARERA (MARAKS BESAR PBB, NEW YORK)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas Paling Sering Lolos Piala Dunia

    Untuk bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia, tim nasional sebuah negara harus mengikuti babak kualifikasi. Tidak semua tim bisa lolos.