Khawatir Korea Utara, Begini Ngerinya Area Uji Coba Nuklir Sovyet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atomic Lake, Polygon Nuclear Test Site X, Kazakhstan. Foto: Flowers Gallery

    Atomic Lake, Polygon Nuclear Test Site X, Kazakhstan. Foto: Flowers Gallery

    TEMPO.CO, Jakarta - Ancaman perang nuklir yang dipicu permusuhan antara Korea Utara dan Amerika Serikat saat ini mengingatkan pada Perang Dingin yang memicu Uni Sovyet melakukan uji coba bom nuklirnya di tempat sangat rahasia untuk menghadapi Amerika Serikat.

    Lokasi uji coba bom nuklir Uni Sovyet kini menjadi situs yang menggambarkan bencana lingkungan dan kemanusiaan yang belum bisa dipulihkan. Sementara Perang Dingin dan perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak pernah berubah menjadi perang nuklir.

    Baca: CIA Jamin Tak Ada Perang dengan Korea Utara

    Tempat uji coba bom nuklir Uni Soviet di timur Kazakhstan meninggalkan jejak radiasi, puing kimia, dan warga yang keracunan. Kawasan ini sangat dirahasiakan dan dijaga ketat Uni Soviet, sampai keruntuhannya pada tahun 1991.

    Baru-baru ini muncul kembali rekaman mengejutkan yang membuktikan bahwa bom nuklir telah menciptakan Danau Atomic atau yang saat ini dikenal sebagai Danau Chagan. Danau ini telah teradiasi bahan radioaktif berbahaya.

    Rekaman dari lebih dari 50 tahun lalu itu menunjukkan sebuah bom meledak dengan awan jamur gelap raksasa yang memenuhi langit. Seperti yang dilansir Mirror pada 21 September 2017, peristiwa yang direkam itu terjadi pada Januari 1965 di Chagan, Kurchatov, situs Uji Semipalatinsk di Kazakhstan.

    Kurchatov di Kazakhstan Timur dulunya adalah pusat operasi untuk lokasi uji coba nuklir dan merupakan kota tertutup.Tidak ada yang bisa masuk atau keluar kota tanpa otorisasi yang tepat.

    Baca: Begini Akibatnya jika Perang Nuklir Korea Utara dan AS Terjadi 

    Kurchatov juga merupakan kota "sains", dibangun oleh buruh gulag dan dinamai mengikuti nama fisikawan Rusia yang bertugas memproduksi bom atom. Pada masa jayanya, populasi kota itu lebih dari 20 ribu orang, terdiri dari ilmuwan, insinyur, fisikawan, personil militer dan mereka yang bekerja di fasilitas nuklir. Itu adalah salah satu tempat paling tertutup di Uni Soviet.

    Situs Uji Semipalatinsk yang juga dikenal sebagai "The Polygon," adalah situs pengujian utama untuk senjata nuklir Soviet. Uni Soviet melakukan 456 uji coba nuklir di wilayah tersebut dari tahun 1949 sampai 1989, dengan kurang memperhatikan paparan radiasi terhadap warga sekitar.

    Ledakan itu berasal dari perangkat 140 kiloton yang ditempatkan di lubang berukuran 178 meter dalamnya. Pengujian dilakukan di bawah proyek bernama Ledakan Nuklir untuk Ekonomi Nasional.

    Baca: Amerika dan Jepang Yakini Korea Utara Buat Hulu Ledak Nuklir 

    Uni Soviet tidak pernah memberi tahu warga terdekat tes nuklir atau potensi paparan radiasi. Sebaliknya, para ilmuwan diam-diam mengamati efek radiasi pada orang-orang di daerah tersebut. Sampai hari ini, area di dekat Polygon memiliki tingkat terjadinya kanker tertinggi di dunia.

    Meskipun situs ditutup pada tahun 1992, sejumlah besar bahan radioaktif masih tertinggal, bahkan hampir tidak dijaga sama sekali. Selama 17 tahun, ilmuwan Kazakh, Rusia, dan Amerika menyelesaikan operasi senilai US$ 150 juta untuk mengamankan materi itu.

    Sebelumnya, air dari Danau Chagan itu dialihkan untuk pengairan budidaya kapas dan tanaman lainnya. Namun, proyek itu gagal, karena sebagian besar air penuh dengan garam dan bahan kimia beracun.

    Kini Danau Atomic atau Chagan telah menjadi tempat wisata di negara bekas pecahan Uni Sovyet. Terlepas dari airnya yang berbahaya akibat uji coba bom nuklir Uni Sovyet, danau itu memang terlihat sangat indah. Beberapa orang miskin tinggal di dalam Polygon, menggiring domba, dan beberapa penduduk lokal bahkan berenang di Danau Atomic berbaya yang tidak sehat tersebut.

    MIRROR|BUSINESS INSIDER|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.