Bangladesh Tahan 2 Jurnalis Myanmar Saat Meliput Rohingya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis Minzayar Oo dan Hkun Lat. Foto: GEO

    Jurnalis Minzayar Oo dan Hkun Lat. Foto: GEO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bangladesh menahan 2 jurnalis foto Myanmar yang bekerja untuk   majalah GEO Jerman karena dicurigai melakukan aktivitas intelijen saat meliput pengungsi Rohingya di negara itu.

    Menurut pernyataan oleh GEO pada hari Jumat, 15 September 2017, keduanya ditahan sejak 7 September 2017 ketika meliput eksodus etnis Rohingya di kamp Cox Bazar, Bangladesh.

    Baca: Bangladesh Tuding Myanmar Langgar Wilayah Udara, Pantau Rohingya?  

    Jurnalis Minzayar Oo dan Hkun Lat mencapai Cox's Bazar di perbatasan untuk melaporkan situasi yang dihadapi 400.000 pengungsi Rohingya setelah melarikan diri dari operasi militer Myanmar memberangus pemberontak Rohingya,  Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA sejak akhir Agustus lalu.

    "Kami, editorial majalah GEO dan staf dan fotografer di Panos Pictures, sangat prihatin dengan penahanan terhadap Minzayar Oo dan Hkun Lat dan fakta bahwa mereka telah ditolak jaminannya," kata GEO dalam pernyataannya seperti dilansir The Irrawady pada 15 September 2017.

    Menurut pengacara 2 jurnalis GEO itu,  kliennya dikenai tuduhan pemalsuan dokumen dan memberikan informasi palsu saat mengurus visa masuk  Bangladesh dan melaksanakan tugas jurnalistik.

    Baca: Myanmar Tutup Akses Pihak Asing Masuk Rakhine  

    Kepala polisi Cox's Bazar Ranjit Kumar Barua, mengatakan kedua jurnalis majalah GEO itu terutama dituduh melakukan spionase tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Juru bicara Kantor Presiden Myanmar U Zaw Htay pada hari Jumat menolak berkomentar untuk membahas penahanan 2 jurnalis warga Myanmar itu.

    Petisi pembebasan Minzayar Oo dan Hkun Lat saat ini digalang di Change.org. Sudah 3.186 orang menandatangani petisi tersebut.

    Menurut inisiator petisi itu, karya penting 2 jurnalis  mengenai kekerasan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar telah diakui secara luas dan dipublikasikan secara internasional di surat kabar dan majalah terkenal termasuk The New York Times, The Guardian dan National Geographic. Jelas bahwa mereka adalah jurnalis dan tidak terlibat dalam aktivits intelijen apapun.

    THE IRRAWADY|CHANGE.ORG|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.