Myanmar Tutup Akses Pihak Asing Masuk Rakhine  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rumah hangus terbakar di desa Gawdu Zara, negara bagian Rakhine utara, Myanmar, 7 September 2017. Rumah-rumah milik etnis minoritas Rohingya hangus terbakar usai ditinggalkan pemiliknya untuk melarikan diri. AP Photo

    Sebuah rumah hangus terbakar di desa Gawdu Zara, negara bagian Rakhine utara, Myanmar, 7 September 2017. Rumah-rumah milik etnis minoritas Rohingya hangus terbakar usai ditinggalkan pemiliknya untuk melarikan diri. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Myanmar menutup akses bagi pihak asing termasuk pejabat Amerika Serikat yang ingin memasuki wilayah konflik Rohingya di negara bagian Rakhine.

    Konflik yang pecah pada 25 Agustus 2017 telah menimbulkan bencana kemanusiaan dengan tewasnya ratusan orang dan sekitar 400.000 orang etnis minoritas muslim Rohingya dipaksa meninggalkan rumahnya dan melarikan diri ke Bangladesh.

    Asisten Menteri Luar Negeri Amerika, Patrick Murphy mendesak Myanmar memberikan kemudahan pekerja kemanusiaan memasuki wilayah konflik di Rakhine  dengan maksud akan menyuarakan keprihatinan Washington tentang Rohingya.

    Baca: Terungkap, Militer Myanmar Bumi Hangus Desa Etnis Rohingya

    Sekretaris Negara Myanmar, Tin Maung Swe, mengatakan Murphy akan bertemu dengan pemimpin pemerintah di ibukota, Naypyitaw dan menghadiri pidato pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi pada hari Selasa, 19 September 2017.

    Murphy juga akan mengunjungi Sittwe dan bertemu dengan gubernur Rakhine, namun tidak akan diizinkan masuk ke wilayah konflik.

    "Tidak diizinkan," kata Maung Swe, ketika ditanya apakah Murphy akan pergi ke distrik Maungdaw, lokasi tempat terjadinya serangan dari pemberontak Rohingya, ARSA, sekitar 25 pos polisi dan beberapa kamp militer akhir Agustus lalu.

    Baca: Senator Top AS Tepis Suu Kyi Bungkam Soal Rohingya, Ini Buktinya

    Menurut juru bicara pemerintah Myanmar, larangan ke lokasi konflik mungkin didorong oleh kekhawatiran mengenai keamanan.

    Penggiat HAM dan pengungsi Rohingya mengatakan bahwa tentara dan kelompok Buddha Rakhine telah melakukan pembakaran rumah-rumah penduduk untuk mengusir mereka dari wilayah itu.

    REUTERS|STRAITS TIMES|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.