Menteri Yohana Yembise Terima Penghargaan dari USF Kanada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise saat menerima penghargaan dari Profesor Andrew Petter, Rektor Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada, Rabu, 12 September 2017.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise saat menerima penghargaan dari Profesor Andrew Petter, Rektor Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada, Rabu, 12 September 2017.

    TEMPO.CO, Vancouver - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, menerima penghargaan Simon Fraser University Outstanding Alumni Awards di bidang pelayanan publik. "Doktor Yembise telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui advokasi  akses  pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial," kata Profesor Andrew Petter, Rektor Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada, Rabu, 12 September 2017.

    Seperti rilis dari Kedutaan Besar RI di Ottawa yang  diterima Tempo, Jumat 15 September 2017, penghargaan itu diserahkan di sebuah acara Gala Diner di hotel Four Seasons yang dihadiri sekitar 300 alumni USF,  para pejabat universitas dan CEO sejumlah perusahaan terkemuka di Provinsi British Colombia.

    Baca: Perlindungan Perempuan di Indonesia Diapresiasi OKI

    Menteri Yohana adalah peraih gelar Master of Arts di Fakultas Pendidikan USF pada 1994. Yohana juga mendapatkan penghargaannya karena dinilai berhasil menepis mitos di seputar keterbatasan gender. Dalam pidatonya, Menteri Yohana mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya untuk perempuan Indonesia. "Khususnya perempuan Papua agar terus bangkit dan pantang menyerah mengapai cita-cita," kata Yohana.

    Beberapa program Menteri Yohana yang dianggap berhasil oleh salah satu Universitas papan atas di Kanada itu, pemetaan masalah perempuan dan anak, inisiatif untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, penyelundupan perempuan dan menghilangkan tantangan ekonomi bagi perempuan, serta pengembangan kota ramah anak.

    Baca:UNICEF Minta Indonesia Hapus Pernikahan Usia Anak

    SFU Outstanding Alumni Awards merupakan penghargaan prestisius yang diberikan sejak 1983. Selain Menteri Yohana, penerima penghargaan tahun ini adalah Gary Cristall (Co-founder Vancouver Folk Music Festival), Nathan Nunn (professor Universitas Harvard dan salah satu "25 Ekonom di Bawah 45"  versi International Monetary Fund) dan Frode Strand-Nielsen (pendiri FSN Capital, perusahaan ekuiti terpesat di Eropa).

    Jumlah alumni USF di seluruh dunia lebih dari 150 ribu orang, 174 di antaranya dari Indonesia. Saat ini terdapat 94 mahasiswa asal Indonesia sedang menempuh pendidikan di USF.

    Konsul Jenderal RI di Vancouver Sri Wilujeng mengaku turut bangga terhadap penghargaan untuk Menteri Yohana Yembise. Sedangkan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Kanada Suwartini Wirta mengatakan, ini bukan sekedar penghargaan untuk salah satu alumni USF. "Penganugerahan ini juga merupakan pengakuan terhadap berbagai inisiatif Pemerintah Indonesia dalam mengedepankan  kesetaraan gender dan perlindungan anak" katanya.

    ELIK S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.