ARSA Rohingya Sebut Gencatan Senjata, Ini Kata Pemerintah Myanmar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Muslim Rohingya Amir Hakim, 18, merasa kesakitan karena luka tembak saat di Myanmar, mendapat perawatan di Rumah Sakit Chittagong Medical College di Chittagong, Bangladesh, 8 September 2017. AP Photo

    Seorang Muslim Rohingya Amir Hakim, 18, merasa kesakitan karena luka tembak saat di Myanmar, mendapat perawatan di Rumah Sakit Chittagong Medical College di Chittagong, Bangladesh, 8 September 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Yangon – Pemerintah Myanmar mengatakan tidak memiliki kebijakan untuk bernegosiasi dengan kelompok bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Pernyataan ini untuk menanggapi pernyataan gencatan senjata sepihak oleh kelompok Arsa terkait konflik bersenjata yang terjadi di negara bagian Rakhine.

    Baca: Yusril: Sikap Indonesia ke Myanmar dalam Kasus Rohingya Lunak

    “Kami tidak memiliki kebijakan untuk bernegosiasi dengan teroris,” begitu kicauan Zaw Htay, wakil deputi jenderal Kantor Kepresidenan Myanmar, Ahad, 10 September 2017.

    Sebelumnya, ARSA mengumumkan gencatan senjata sebulan untuk meredakan konflik, yang telah memicu terjadinya pengungsian besar-besaran sekitar 300 ribu minoritas Muslim Rohingya ke Bangladesh.

    Baca: Bisnis Migas di Myanmar Jadi Salah Satu Pemicu Konflik Rohingya?

    “The Arakan Rohingya Salvation Army menyatakan gencatan senjata sementara terkait operasi militer yang dilakukannya,” begitu bunyi pernyataan kelompok bersenjata ini di akun Twitter @ARSA_Official. Ini dilakukan untuk memudahkan organisasi kemanusiaan internasional menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. Gencatan senjata ini berlaku hingga 9 Oktober.

    ARSA meminta semua lembaga kemanusiaan menyalurkan bantuan kepada semua korban kerusuhan terlepas apa etnis dan agamnya.  

     CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?