Militer Filipina Kehabisan Dana Tumpas Maute di Marawi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Filipina berjaga-jaga dekat bangunan yang hancur saat operasi hari ke-105 pembasmian militan pro ISIS di kota Marawi, Filipina, 4 September 2017. Lebih dari 800 orang telah tewas dalam operasi pembebasan Marawi sejak 23 Mei lalu. REUTERS/Romeo Ranoco

    Tentara Filipina berjaga-jaga dekat bangunan yang hancur saat operasi hari ke-105 pembasmian militan pro ISIS di kota Marawi, Filipina, 4 September 2017. Lebih dari 800 orang telah tewas dalam operasi pembebasan Marawi sejak 23 Mei lalu. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Manila - Militer Filipina  kehabisan dana operasi militer untuk membasmi militan pro-ISIS di Marawi sehingga mengajukan dana tambahan.

    Setelah lebih dari tiga bulan berjuang membersihkan Kota Marawi dari kepungan milisi Maute yang berafiliasi ke ISIS, pemerintah telah menghabiskan dana lebih dari US$ 50 juta atau setara Rp 660,2 miliar. Dana itu belum terhitung dengan kerusakan akibat perang di kota tersebut.

    Krisis di kota Marawi telah menimbulkan ancaman serius bagi pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte, yang telah mengerahkan ribuan tentara dan memberlakukan darurat militer di sepertiga bagian selatan negara tersebut.

    Baca: Cerita Gatot Nurmantyo Soal ISIS di Marawi

    Sembilan hari yang lalu Duterte menyatakan bahwa pertarungan tersebut berada dalam "tahap akhir". Namun pemerintahnya mengungkapkan bahwa departemen pertahanan telah meminta Kongres untuk mendapatkan anggaran tambahan untuk kampanye tersebut.

    "Mesin kasir diklik setiap hari saat pertempuran terus berlanjut, dan ini akan mahal bagi pemerintah kita," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla, seperti dilansir The Star, Sabtu 9 September 2017.

    "Oleh karena itu pemerintah melihat perlunya memberikan dana tambahan kepada angkatan bersenjata untuk menghentikan perang."

    Menurut Restituto, militer membutuhkan lebih dari 1 miliar peso atau setara Rp 259,5 miliar untuk melengkapi pasokan amunisi, minyak dan perlengkapan lainnya untuk perang.

    Baca: Maute Ajukan 2 Syarat Pembebasan Sandera dan Mundur dari Marawi

    Pertarungan di Marawi pecah pada akhir Mei ketika ratusan pemberontak Maute dibantu oleh milisi ISIS asing menggerebek kota tersebut. Setelah bertempur hampir setiap hari, kelompok milisi sekarang berlindung di beberapa daerah kecil di Marawi tengah.

    Pertempuran tersebut menyebabkan 651 milisi Maute tewas sementara 145 tentara dan polisi serta 45 warga sipil terbunuh. Ribuan penduduk Marawi terpaksa meninggalkan rumah mereka dan tinggal di pusat bantuan sementara.

    THE STAR | REUTERS | INQUIRER | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.