Presiden Meksiko Nieto: 15 Warga Meninggal Akibat Gempa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. allvoices.com

    Ilustrasi. allvoices.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi di lepas pantai Pasifik Meksiko dikabarkan menelan korban 15 orang tewas, yang tersebar di tiga negara bagian negeri itu. Goncagannya terasa hingga ke ibukota Mexico City, yang berjarak sekitar 750 kilometer.

    Gempa berkekuatan sekitar 8,2 skala richter ini terjadi pada Kamis dini hari waktu setempat atau Jumat siang waktu Indonesia bagian barat. Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, mengatakan gempa yang terjadi merupakan terkuat selama seabad terakhir. “Sekitar 50 juta rakyat dari total populasi 120 juta orang merasakan getarannya,” kata Nieto dalam sebuah jumpa pers, Jumat, 8 September 2017.

    Baca: Gempa 8 M Landa Meksiko, Tsunami Besar Menghadang dalam 3 Jam

    Sejumlah video yang diunggah masyarakat menunjukkan besarnya goncangan gempa ini. Monumen Angel of Independence atau Dewi Kemerdekaan terlihat bergoyang akibat getaran gempa ini meskipun tidak sampai roboh.

    Gelombang tsunami diperkirakan bisa mencapai tiga meter meskipun tidak sampai menimbulkan kerusakan berarti. Peringatan tsunami ini disampaikan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik milik Amerika Serikat.

    Baca: Gempa Meksiko Runtuhkan Jembatan 30 Meter

    Menurut Survei Geologi AS, pusat gempa diperkirakan di laut dengan sejauh 165 kilometer dengan kedalaman sekitar 35 kilometer di sebelah barat dari kota Chiapas, Tapachula.

    Sejumlah pasien terlihat dievakuasi ke luar rumah sakit di daerah Puebla, Meksiko tengah, setelah gempa terjadi. Sebagian warga terlihat keluar rumah sambil berselimut di ibukota Mexico City dan berlindung di tengah jalan yang lengang agar tidak tertimpa tembok atau atap yang runtuh.

    “Rumah-rumah bergoyang seperti permen karet. Lampu dan internet padam,” kata Rodrigo Soberanes, yang tinggal di dekat kota San Cristobal, sebuah daerah penduduk asli yang kumuh namun populer bagi sebagian turis.

    Seorang arsitek yang sedang berkunjung ke kota Mexico City menceritakan pengalamannya saat getaran gempa terjadi. “Saya belum pernah merasakan bumi bergetar begitu hebat,” kata Luis Carlos Briceno. “Awalnya saya sempat tertawa tapi ketika lampu padam saya jadi bingung harus apa. Nyaris saja saya terjatuh.”

    Gempa besar ini terjadi setelah kawasan Amerika bagian selatan diterjang badai Irma, yang dikategorikan berkekuatan 5 atau terkuat. Gempa ini juga terjadi setelah badai Harvey melanda Texas dan Lousiana dan menewaskan sekitar 70 orang.

    Menurut saksi mata, ada peristiwa kerlipan cahaya saat gempa Meksiko ini terjadi. Menurut situs Business Insider, ini disebut sebagai “kerlip gempa” yang muncul akibat gesekan batu tertentu yang mengandung arus listrik.

    BUSINESS INSIDER | BUDI RIZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.