Dahului Saudi, Iran Kirim Bantuan Seberat 40 Ton untuk Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perjuangan pengungsi Rohingya menyeberangi tepian sungai setibanya di Teknaf, Bangladesh, 7 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    Perjuangan pengungsi Rohingya menyeberangi tepian sungai setibanya di Teknaf, Bangladesh, 7 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    TEMPO.COTeheran – Tim Bulan Sabit Merah Iran mengatakan telah menyiapkan paket bantuan seberat 40 ton untuk etnis Muslim Rohingya, yang melarikan diri dari tindak kekerasan militer Myanmar.

    "Paket darurat, makanan, perawatan kehidupan dan higienis telah disiapkan Bulan Sabit Merah untuk dikirim ke Myanmar," kata kepala organisasi tersebut, Morteza Salimi, seperti yang dilansir Tribune Express dari kantor berita Iran ISNA news agency pada 8 September 2017.

    Baca: Polda Jateng Keluarkan Imbauan Soal Aksi Rohingya di Magelang

    Paket itu akan dikirim segera setelah Myanmar memberi akses," kata Morteza, yang menambahkan tim telah diperintahkan langsung oleh Presiden Hassan Rouhani.

    Bantuan ini terdiri dari sebuah pesawat berisi bantuan seberat 40 ton dan bernilai lebih dari US$ 100.000 atau sekitar Rp1,3 miliar.

    Baca:Cerita Kapolri Soal Warga Myanmar yang Peduli Rohingya

    Pejabat Iran berulang kali mengecam operasi keamanan besar-besaran militer Myanmar menyusul terjadinya serangkaian serangan mematikan milisi Rohingya pada 25 Agustus 2017 lalu.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 164.000 pengungsi sejauh ini telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

    Infografis: Perjalanan Konflik Rohingya

    Duta Besar Iran untuk PBB, Gholam Ali Khoshrou, juga mengatakan dia bekerja untuk mempertemukan menteri dan diplomat dari beberapa negara Islam untuk membahas masalah ini. Dia berharap kelompok itu dapat bertemu di New York saat Majelis Umum PBB mengadakan pertemuan minggu depan.

    Iran menjadi sedikit dari negara Islam di Timur Tengah yang siap mengirimkan bantuan ke Rohingya, yang teraniaya dan terpaksa meninggalkan negara bagian Rakhine, Myanmar. Bahkan Arab Saudi sendiri belum menyatakan akan memberikan bantuan bagi etnis minoritas ini. 

    TRIBUNE EXPRESS|DAILY STAR|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.