Warga Rakhine Sebut Tentara Myanmar Bakar Rumah Mereka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria Rohingya membantu berjalan wanita lansia yang melintasi area persawahan setelah berhasil meleati perbatasan Myanmar-Bangladesh di Teknaf, Bangladesh, 1 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    Seorang pria Rohingya membantu berjalan wanita lansia yang melintasi area persawahan setelah berhasil meleati perbatasan Myanmar-Bangladesh di Teknaf, Bangladesh, 1 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    TEMPO.CO, Kutapalong - Sejumlah warga desa di kawasan pengungsi di Bangladesh mengaku kepada wartawan, tentara Myanmar datang ke desa mereka diawali dengan tembakan. "Selanjutnya mereka mendatangi penduduk, mencuri dan membakar rumah kami," ujar warga desa.

    Baca: Sekjen PBB : Kekerasan terhadap Rohingya Berbahaya bagi Kawasan

    Keterangan tersebut diperoleh wartawan ketika mewawancarai 20 warga muslim dan Hindu di Bangladesh. Mereka menceritakan bagaimana tentara memaksa mereka keluar dari Desa Kha Maung Seik di Rakhine, Myanmar, pada 25 Agustus 2017.

    "Militer membawa beberapa umat Buddha Rakhine ke sana, kemudian membakar desa kami," kata Kadil Hussein, 55 tahun.

    "Seluruh warga muslim di desa kami berjumlah sekitar 10 ribu. Mereka mengungsi semua. Beberapa di antaranya tewas oleh tembakan senapan dan ditangkap. Tidak ada satupun yang tersisa di desa kami."

    Baca: Derita Rohingya, Malaysia Panggil Duta Besar Myanmar

    Hussein tinggal bersama ratusan orang yang baru tiba di tempat penampungan pengungsi di Kutapalong, Bangladesh, yang sebelumnya sudah menjadi tempat hunian warga Rohingya.

    Sekitar 150 ribu warga Rohignya tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus 2017 ketika pemberontak Tentara Keselamatan Rohignya Arakan melancarkan serangan ke sejumlah pos keamanan di negara bagian Rakhine.

    Hasil wawancara Reuters dengan sejumlah warga desa dari Kha Maung Seik dan sekitarnya, menunjukkan bagaimana pembunuhan dan pembakaran rumah warga desa oleh militer menyusul poemberontakan yang dilakukan oleh militan Rohingya.

    "Mereka membunuh warga dan membakar segala yang kami miliki," ujar salah seorang pengungsi.

    Reuters tidak bisa meverifikasi hasil wawancaranya karena akses ke Myanmar sangat ketat sejak Oktober 2016, ketika sekelompok pemberontak menyerang pos polisi yang menyebabkan sembilan orang tewas.

    Myanmar berdalih bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah untuk menumpas para "teroris". Sementara media pemerintah meudinng militan Rohingya membakar desa dan membunuh kaum sipil dari seluruh penganut agama.



    REUTERS | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.