Malaysia Gagalkan Serangan ISIS ke Sea Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesta kembang api saat penutupan SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Agustus 2017. Tuan rumah Malaysia berhasil menjadi juara umum dengan meraih medali 145 emas, 92 perak, dan 86 perunggu. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pesta kembang api saat penutupan SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Agustus 2017. Tuan rumah Malaysia berhasil menjadi juara umum dengan meraih medali 145 emas, 92 perak, dan 86 perunggu. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Polisi Diraja Malaysia mengungkapkan mereka berhasil menggagalkan rencana serangan anggota ISIS yang memiliki jaringan dengan kelompok militan Abu Sayaf pada penutupan Sea Games, Kuala Lumpur, pekan lalu.

    Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun dalam pernyataan yang disampaikan kepada media, Selasa, 5 September 2017, mengatakan, tersangka pelaku serangan adalah pemuda berusia 25 tahun warga negara Filipina.

    Baca: Malaysia Umumkan 7 Tersangka Teroris Termasuk Satu WNI  

    "Dia terlibat pertempuran, penculikan dan pemenggalan kepala sandera warga negara asing di Filipina," ujarnya.

    Menurutnya, penangkapan ini akan menimbulkan kekhawatiran meningkatnya kerjasama di antara kelompok militan di Asia Tenggara. Pemerintah, jelas dia, takut pengaruh ISIS berkembang luas setelah mereka kehilangan wilayah di Timur Tengah.

    Mohamad Fauzi tidak menjelaskan detail mengenai perbuatan tersangka, tetapi dia mengatakan, pria Filipina itu telah merencakanan serangan pada acara penutupan Sea Games di Stadion Nasional Bukit Jalil.

    Baca: Polisi Malaysia Tangkap Tiga Terduga ISIS Asal Indonesia 

    Lelaki ini ditangkap dalam sebuah operasi keamanan pada 30 Agustus 2017 bersama dengan tujuh tersangka lainnya yang juga anggota kelompok garis keras Abu Sayyaf.

    Pihak berwenang Malaysia juga menerangkan bahwa sebelumnya mereka telah menahan pemimpin kelompok Abu Sayyaf Fillipina, Hajar Abdul Mubin, 25 tahun, yang juga dikenal dengan sebagai Abu Asrie pada penggerebekan 30 Agustus 2017.

    Abu Asrie ditahan bersama enam warga negara Malaysia dan warga Filipina lainnya berusia antara 20 hingga 52 tahun.

    Adapun 11 tersangka militan lainnya, termasuk sembilan warga negara asing, diringkus pada dua bulan sebelum Sea games dimulai dalam sebuah opersai keamanan.

    REUTERS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.