Surat Terbuka Peraih Nobel Kritik Aung San Suu Kyi Soal Rohingya  

Reporter

Aung San Suu Kyi. AP/Khin Maung Win

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 13 peraih Nobel dan 10 tokoh dari berbagai profesi mengirim surat terbuka ke Dewan Keamanan PBB untuk mengkritik pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi dalam menyelesaikan masalah etnis minoritas Rohingya dan mengingatkan tentang tragedi pembasmian etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Surat terbuka ditandatangani 13 peraih Nobel yakni Muhammad Yusuf, Uskup Desmond Tutu, Malala Yousafzai, Jose Ramos Horta, Tawakul Karman, Shirin Ebadi, Betty Williams, Mairead Maguire, Oscar Arias, Jody Willliams, Leymah Gbowee, Sir Richard J. Roberts, dan Elizabeth Blackburn.

Baca: Kantor Suu Kyi Tuding LSM Internasional Danai Milisi Rohingya

Adapun 10 tokoh itu adalah Emma Bonino, Arianna Huffington, Sir Richard Branson, Paul Polman, Mo Ibrahinm, Richard Curtis, Alaa Murabit, Jochen Zeitz, Kerry Kennedy, dan Romano Prodi.

Dalam surat terbuka mereka, yang diunggah di Guardian, 1 September 2017,  peraih Novel dan aktivis itu menyatakan serangan militer Myanmar telah membunuh ratusan orang termasuk anak-anak, pemerkosaan terhadap perempuan, pembakaran rumah dan penangkapan terhadap warga sipil secara semena-mena.

"Akses organisasi bantuan kemanusian hampir sepenuhnya ditolak, menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat mengerikan di kawasan yang sudah sangat melarat," tulis surat terbuka itu.

Baca: Myanmar Tolak Tim PBB Pencari Fakta Rohingya

"Sejumlah pakar internasional telah mengingatkan potensi genosida. Yang terjadi baru-baru ini menandai tragedi masa lalu_Rwanda, Darfur, Bosnia, Kosovo. Jika kita gagal mengambil tindakan, jika mereka tidak tewas ditembak, maka orang-orang itu tewas akibat menderita kelaparan parah."

Para peraih Nobel dan tokoh serta aktivis ini menilai pemerintah Myanmar bertindak sangat tidak proporsional dalam menyelesaikan masalah Rohingya.

Rohingya sebagai etnis minoritas memiliki populasi 1 juta orang di Myanmar. Mereka hidup sudah beberapa generasi di Myanmar, tapi mereka diperlakukan seperti imigran gelap dan kewarganegaraannya ditolak. Mereka telah mengalami persekusi bertahun-tahun oleh pemerintah dan kelompok nasionalis Budha.

Baca: Bertemu Utusan PBB, Suu Kyi: Istilah Rohingya Tak Digunakan

Bentrokan berdarah yang diawali serangan kelompok pemberontak Rohingya ke sedikitnya 30 kantor polisi dan beberapa markas tentara di Rakhine, Myanmar, dibalas oleh militer Myanmar dengan operasi militer yang dinamai menumpas ekstrimis.

Bentrokan yang diklaim terburuk sejak 5 tahun terakhir, membuat gelombang pelarian etnis Rohingya ke perbatasan Bangladesh. Dan mereka tewas saat menyeberang ke Bangladesh terutama anak-anak dan perempuan.

Para aktivis HAM dan lembaga kemanusiaan internasional menilai Aung San Suu Kyi i tidak tegas bersikap atas penderitaan yang dialami Rohingya. Baru-baru ini malah kantor penasehat putri Jenderal Aung San, tokoh reformasi Myanmar, ini  menuding LSM internasional mendanai milisi Rohingya.

GUARDIAN | MARIA RITA






68 Tahun Bob Geldof, Penggagas Konser Live AId Ini Pernah Kecam Aung San Suu Kyi

1 hari lalu

68 Tahun Bob Geldof, Penggagas Konser Live AId Ini Pernah Kecam Aung San Suu Kyi

Bob Geldof penyanyi, penulis lagu, aktor dan aktivis sosial-politik. Ia pernah mengecam Aung San Suu Kyi. Apa alasannya?


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

8 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Sidang Dewan Keamanan PBB Buntu saat Bahas Konflik Rusia Ukraina

14 hari lalu

Sidang Dewan Keamanan PBB Buntu saat Bahas Konflik Rusia Ukraina

Aliansi Barat menyerukan pertanggungjawaban kekejaman Moskow dalam konflik Rusia Ukraina itu


Laporan Terkini IAEA dari PLTN Zaporizhzhia di Tengah Perang Rusia-Ukraina

30 hari lalu

Laporan Terkini IAEA dari PLTN Zaporizhzhia di Tengah Perang Rusia-Ukraina

IAEA akhirnya bisa menempatkan tim ahlinya di PLTN Zaporizhzhia dan mendapatkan informasi langsung tentang status operasional reaktor.


Petinggi Junta Myanmar ke Rusia Lagi, Beli BBM atau Senjata?

32 hari lalu

Petinggi Junta Myanmar ke Rusia Lagi, Beli BBM atau Senjata?

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing melakukan kunjungan ke Rusia, yang kedua sejak Juli lalu, untuk beli BBM dan kemungkinan senjata.


Aung San Suu Kyi Kembali Divonis Penjara, Kini Soal Kecurangan Pemilu

35 hari lalu

Aung San Suu Kyi Kembali Divonis Penjara, Kini Soal Kecurangan Pemilu

Aung San Suu Kyi dinyatakan bersalah atas kecurangan pemilu dan divonis tiga tahun penjara dengan kerja paksa


Mantan Dubes Inggris Ditahan Junta Myanmar, Terkait Sanksi London?

42 hari lalu

Mantan Dubes Inggris Ditahan Junta Myanmar, Terkait Sanksi London?

Junta Myanmar menahan mantan duta besar Inggris untuk negara Asia Tenggara itu Vicky Bowman, dan suaminya seorang aktivis anti-Junta


Junta Myanmar Memvonis Aung San Suu Kyi 6 Tahun Penjara

53 hari lalu

Junta Myanmar Memvonis Aung San Suu Kyi 6 Tahun Penjara

Pengadilan Myanmar yang dikuasai junta militer menghukum pemimpin demokrasi terguling, Aung San Suu Kyi, enam tahun penjara


Junta Myanmar Perpanjang Keadaan Darurat

1 Agustus 2022

Junta Myanmar Perpanjang Keadaan Darurat

Kepala Junta Myanmar, Min Aung Hlaing, akan memperpanjang keadaan darurat di negara itu selama enam bulan ke depan


Rusia Disebut Ingin Hapus Ukraina dari Peta Dunia

31 Juli 2022

Rusia Disebut Ingin Hapus Ukraina dari Peta Dunia

Amerika Serikat menuding Rusia sengaja ingin menghilangkan Ukraina dari peta dunia.