Ditemukan Bom 1.400 Ton, 70 Ribu Warga Jerman Diungsikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)

    Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)

    TEMPO.CO, Berlin- Hampir 70.000 penduduk di Frankfurt, Jerman diungsikan dari rumah mereka menyusul penemuan bom era Perang Dunia II yang belum meledak seberat 1.400 ton. Ini evakuasi terbesar sejak era perang di Jerman.

    Rencananya, bom yang diberi nama Blockbuster ini  akan dijinakkan pada hari Minggu, 3 Agustus 2017,  sehingga perlu mengamankan warga di sekitar dari resiko bom seberat 1.400 ton itu.

    Baca: Ancamam Teror Bom di Jerman, Festival Musik Rock Dibatalkan

    Polisi mengatakan bom tersebut ditemukan pada hari Selasa,  29 Agustus 2017. di dekat kampus Westend di Goethe Frankfurt University.   Lokasi penemuan bom saat ini dijaga ketat oleh aparat berwenang.

    Bom tipe HC 400 adalah bom berkapasitas tinggi yang biasa digunakan dalam serangan udara oleh pasukan angkatan udara Inggris.

    "Karena ukurannya yang sangat besar, tindakan pengamanan yang harus diambil, belum lagi lokasi yang ditemukannya di Jalan Wismarer, yang dekat dengan pusat kota," kata polisi, seperti yang dilansir Daily Mail pada 30 Agustus 2017.

    Baca: Remaja Ini Mau Bom Pasar Natal dan Gedung di Jerman, tapi... 

    Setelah lebih dari 70 tahun perang berakhir, bom sering ditemukan di Jerman yang merupakan peninggalan era pemboman oleh Nazi. Evakuasi terbesar berlangsung pada Natal yang lalu, ketika sebuah bom milik Inggris memaksa 54.000 orang keluar dari rumah mereka di kota selatan Augsburg.

    50.000 warga lainnya harus meninggalkan rumah mereka di kota Hanover, Jerman pada Mei lalu  untuk sebuah operasi mengamankan  beberapa bom era Perang Dunia II.

    NDTV|DAILY MAIL|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.