Jual Senjata ke Paspampres, Tentara AS Dihukum 18 Bulan

Reporter

Ilustrasi. legaljuice.com

TEMPO.CO, Concord— Seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat yang terlibat penjualan senjata secara ilegal kepada oknum pasukan pengaman presiden Indonesia dihukum penjara 18 bulan oleh pengadilan Federal New Hampshire.

Seperti dilansir AP, Sabtu 26 Agustus 2017, Audi N. Sumilat, asal El Paso, Texas, sudah mengaku bersalah dalam tahun lalu di New Hampshire. Dalam putusan tentara berdarah Kawanua itu, sebanyak 23 unit senjata ditemukan sebagai bukti.

Kerabat Audi, yakni pamannya yang bernama Feeky Ruland Sumual merupakan seorang pengusaha di New Hampshire dan berbisnis jual beli senjata.

Pihak berwenang mengatakan Audi bergabung dengan sebuah konspirasi untuk membeli senjata di Texas dan New Hampshire untuk oknum paspampres Indonesia.

Baca: Pemasok Senjata Ilegal ke Paspampres RI Diadili di Amerika

Namun, tindakan Audi membeli senjata untuk dipasok ke oknum Paspampres Indonesia dinyatakan sebagai tindakan ilegal.

Audi mengaku membeli senjata di Texas dan mengirimnya kepada jaringannya di New Hampshire, Amerika Serikat.

Orang ini kemudian mengantarkan  senjata ke oknum paspampres Indonesia, Erlangga Perdana Gassing, yang mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungan ke Washington, D.C., dan ke Majelis Umum PBB di New York pada 26-30 September 2015.

Kasus jual beli senjata ilegal antara tentara Amerika Serikat dengan oknusm Paspampres ini terungkap berkat laporan Tuti Budiman, istri Feeky Ruland Sumual ke kantor Kepolisian Dover, New Hampshire, Amerika Serikat, pada 11 November 2015.

Seperti diberitakan the New York Times, dalam persidangan di Amerika Serikat Sumilat mengakui bahwa rencana penjualan senjata ilegal ini sudah digagas sejak 2014 antara dirinya dan tiga anggota Paspampers RI (Erlangga Perdana Gassing, Danang Praseto Wibowo, dan Arief Widyanto) saat masih bersama-sama menjalani latihan militer di Fort Benning, Georgia.

AP | THE SEATTLE NEWS | THE NY TIMES | SITA PLANASARI AQUADINI






AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

7 jam lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

7 jam lalu

Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

Korea Utara melakukan uji coba rudal sehari sebelum Wapres Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Korea Selatan.


Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

9 jam lalu

Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

Sebuah kapal migran dari Kuba telah tenggelam karena Badai Ian di Florida, Amerika Serikat.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

1 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

1 hari lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

1 hari lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.


Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

1 hari lalu

Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

Lebih dari 2,5 juta warga Florida berada di bawah perintah evakuasi menghadapi badai Ian yang diperkirakan mulai mendarat pada Rabu malam.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

2 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

2 hari lalu

Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

Pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan pertama di Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai.


Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

2 hari lalu

Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

Teguk resmi membuka gerainya di 248 Mott Street, New York, Amerika Serikat.