Dimusuhi Saudi Cs, Qatar Pulihkan Hubungan dengan Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. REUTERS

    Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. REUTERS

    TEMPO.CO,Doha—Kementerian Luar Negeri Qatar mengumumkan negaranya Qatar akan mengembalikan hubungan diplomatik penuh dengan Iran.

    Keputusan yang diumumkan Kamis waktu setempat ini berpotensi menyebabkan kemarahan Arab Saudi cs yang sebelumnya memusuhi Qatar atas tuduhan mendukung teroris dan Iran.

    Adapun pernyataan kementerian tersebut mengatakan, Qatar ingin meningkatkan hubungan kedua negara,  di mana Iran merupakan ladang gas alam terbesar di dunia.

    "Negara Qatar mengumumkan hari ini (Kamis) bahwa duta besarnya untuk Teheran akan kembali menjalankan tugas diplomatiknya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.

    Keputusan Qatar diduga sebagai langkah balasan terhadap Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir yang mengisolasi negara kecil kaya raya tersebut.

    Baca: Atasi Krisis Qatar, Iran Kirim Lima Pesawat Bantuan Makanan 

    Ketika Doha dimusuhi tetangga Arab-nya, Iran menjadi salah satu negara yang menolong dengan mengirim bantuan pangan. Teheran juga membuka wilayah udaranya untuk dilintasi pesawat Qatar.

    Langkah Qatar itu jelas akan memantik kemarahan baru Arab Saudi dan negara-negara sekutunya. Namun, Riyadh belum memberikan komentar terkait perkembangan baru tersebut.

    Di Teheran, kementerian luar negeri mengatakan, keputusan Qatar tersebut menyusul sebuah percakapan telepon pada Rabu malam antara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan rekan dari Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

    "Selama percakapan ... pihak Qatar menyampaikan keinginan mereka untuk mengirim duta besar mereka kembali ke Teheran dan kami menyambut baik keputusan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghassemi.

    "Perkembangan hubungan dengan tetangga kita adalah prioritas mutlak" bagi Iran, katanya.

    Doha menarik duta besarnya dari Teheran pada Januari 2016 menyusul serangan terhadap kedutaan Arab Saudi, didorong oleh keputusan Riyadh untuk mengeksekusi seorang ulama Syiah di kerajaan tersebut.

    Perseteruan Iran dan Saudi ini dipicu oleh amuk massa yang membakar kantor kedutaan Saudi di Teheran sebagai protes eksekusi ulama Syiah Arab Saudi, Nimr al-Nimr.

    Keputusan untuk memulihkan hubungan datang saat Qatar dalam kebuntuan diplomatik dengan saingan regional Iran, yakni Arab Saudi, yang telah menuduh Doha memiliki hubungan dengan Syiah Iran dan mendukung kelompok ekstrimis Sunni.

    Qatar membantah tudingan tersebut, dan balik menuding Arab Saudi telah berusaha mencampuri urusan dalam negerinya.

    Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan semua hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar. Pemutusan hubungan tersebut menjadi krisis politik terburuk di kawasan Teluk dalam beberapa dasawarsa terakhir.

    THE TELEGRAPH | HAARETZ | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.