Ini Wali Kota yang Perintahkan Sniper Tembak Penyeru Allahu Akbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luigi Brugnaro. metro.co.uk

    Luigi Brugnaro. metro.co.uk

    TEMPO.CO, Venesia—Wali Kota Venesia, Italia, Luigi Brugnaro, kini menjadi perhatian baik di dalam maupun luar negeri karena memerintahkan polisi penembak runduk atau sniper untuk menembak mati siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” di alun-alun Santo Markus.

    Seperti dilansir Business Insider, Kamis 24 Agustus 2017, Brugnaro, politikus independen sayap kanan ini memang dikenal bangga karena tidak pernah benar secara politik.

    Pria berusia 55 tahun itu memang tak pernah sepi dari kontroversi.

    Seperti dilaporkan Guardian, tak lama setelah ia terpilih menjadi wali kota Venesia dua tahun lalu, Brugnaro menarik 49 judul buku bertema homoseksual dari sekolah-sekolah di Venesia.

    Baca: Sniper Tembak Mati Siapa Saja Teriak Allahu Akbar di Venesia

    Larangan ini menyebabkan dirinya diboikot oleh 250 penulis Italia.

    Sebulan setelah insiden itu, Brugnaro mengeluarkan larangan parade gay di kotanya dengan menyebut sebagai “selera yang buruk.”

    Adapun perintah tembak di tempat terhadap penyeru “Allahu Akbar” disampaikannya saat bertemu delegasi pemikir pada musim panas baru-baru ini. Ia menegaskan tidak mau mengambil risiko pelaku yang berteriak “Allahu Akbar” itu melakukan serangan terlebih dahulu.

    Perintah Wali Kota Venesia untuk segera menembak siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” untuk mencegah ekstremisme di Italia menjadi berita besar di media-media lokal maupun internasional.

    BUSINESS INSIDER | GUARDIAN | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.