Topan Hato Mengamuk di Hong Kong dan Macau, 10 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memegang tiang lampu jalanan saat angin besar karena topan Hato menerjang Hong Kong, 23 Agustus 2017. REUTERS/Tyrone Siu

    Seorang pria memegang tiang lampu jalanan saat angin besar karena topan Hato menerjang Hong Kong, 23 Agustus 2017. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Hong Kong—Kota Hong Kong dan Macau porak-poranda seperti kota mati setelah Topan Hato menerjang pada Rabu 23 Agustus 2017.

    Seperti dilansir Guardian, Kamis 24 Agustus 2017, topan Hato dilaporkan menewaskan sedikitnya 10 orang di Macau, Hong Kong dan wilayah selatan Cina pada Rabu pagi waktu setempat.

    Akibat dasyatnya terjangan Hato, otoritas cuaca di Hongkong menaikkan sinyal bahaya topan ke nomor 10, atau tingkat tertinggi bahaya topan untuk pertama kalinya dalam lima tahun setelah Topan Vincente pada 2012.

    Seorang pria berusia 83 tahun dilaporkan tewas terjatuh ke laut ketika Topan Hato mulai menerjang Hong Kong. Selain menimbulkan korban jiwa, topan ini juga meluluhlantakan sejumlah kawasan di Hongkong, ratusan penerbangan dari dan ke Hongkong  dibatalkan, sekolah dan kantor pun di tutup.

    Baca: Terjangan Topan Hato Lumpuhkan Hong Kong

    Topan Hato membuat Hongkong menjadi sepi karena pusat bisnis, kantor pemerintah, sekolah dan pasar saham, seluruhnya tutup. Warga berdiam di dalam rumah.

    Sementara itu, sebanyak lima orang dilaporkan tewas di Macau, tiga diantara pria, yakni berusia 30, 45 dan 62 tahun. Mereka tewas akibat kecelakaan yang disebabkan oleh hujan lebat dan angin kencang yang dipicu topan Hato.

    Hato menerjang  Hongkong pada hari Rabu pagi sebelum menuju ke bagian barat di daratan Cina, di mana di sana perlahan-lahan melemah.

    Layanan cuaca Cina mengatakan, badai Hato mendarat sekitar tengah hari di kota delta sungai Pearl, Zhuhai, di Provinsi Guangdong.

    Kantor berita resmi Cina, Xinhua, melaporkan 26.817 orang dievakuasi dari beberapa wilayah pantai daratan sebelum kedatangan badai tersebut. Topan Hato dilaporkan menewaskan sedikitnya empat warga di wilayah itu dan dua juta rumah untuk sementara tidak memperoleh pasokan listrik.

    Semua layanan kereta api dibatalkan, kapal nelayan kembali ke pelabuhan dan lebih dari 4.000 nelayan dan keluarga mereka tiba di pantai.

    Gelombang laut setinggi 10 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan, kata badan tersebut.

    Maskapai penerbangan membatalkan 450 penerbangan dan operator feri menghentikan layanan komuter dan rute ke Macau dan kota-kota di delta.

    Topan Hato menjatuhkan pohon dan meniup jendela di gedung pencakar langit di Hong Kong, menurunkan kaca yang hancur ke jalan-jalan di bawahnya.

    GUARDIAN | AP | XINHUA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.