Selasa, 20 Februari 2018

Pine Gap Australia Pasok Data Intelijen Soal Indonesia ke Amerika  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Agustus 2017 19:28 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pine Gap Australia Pasok Data Intelijen Soal Indonesia ke Amerika  

    TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO.CO, Canberra - Sejumlah dokumen yang diperoleh dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) menyebutkan markas intelijen Australia, Pine Gap, digunakan Amerika untuk memasok informasi tentang negara-negara di Asia, Pasifik bahkan Afrika termasuk Indonesia.  

    Menurut Edward Snowden, pengungkap aib NSA, markas penyedia informasi intelijen itu berdiri di kawasan terpencil sekitar 20 kilometer di luar Kota Alice Spring, Australia.

    Snowden menjelaskan, informasi intelijen tersebut selanjutnya digunakan militer Amerika termasuk oleh pasukan khusus untuk melakukan serangan terhadap kelompok bawah tanah dan gempuran drone, pesawat tanpa awak,  di berbagai belahan dunia.

    Baca: Tiga Langkah SBY Sikapi Penyadapan Australia

    Dokumen tersebut menerangkan, militer Amerika melakukan berbagai serangan kontroversial dengan drone meskipun mendapatkan protes karena menewaskan warga sipil di Afganistan, Pakistan, Somalia dan Suriah selama bertahun-tahun.

    Selain itu, di bawah arahan Amerika, Australia memberikan laporan hasil penyadapan telepon di negara-negara yang menjadi sasaran antara lain Indonesia, Singapura, dan Malaysia dari markas ini.

    "NSA setuju Autralia mendapatkan tanggung jawab memberikan laporan dari berbagai wilayah di Pasifik, termasuk Indonesia, Singapura, dan Malaysia berdasarkan kemampuan bahasa dan geografi," bunyi dokumen mengenai peran Pine Gap.

    Baca: Penyadapan Australia Bisa Pengaruhi Kasus Corby

    Seorang dosen dari Universitas Melbourne, Richard Tanter, mengatakan, dia membenarkan adanya dokumen yang terungkap di publik bahwa Australia turut membantu Amerika dalam operasi militer berdasarkan informasi intelijen.

    "Dokumen itu menyebutkan penyadapan telepon dilakukan di seluruh dunia mulai dari Pasifik hingga Afrika," katanya sebagaimanan dikutip ABC.

    Laporan lain mengatakan, pangkalan intelijen Pine Gap dijalankan oleh  Australia dan Amerika sejak 1970-an.

    Pergerakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, juga tak lepas menjadi sasaran spionase Pine Gap di tengah meningkatnya program peluncuran rudal nuklir yang sedang dijalankan negeri komunis itu.

    Untuk operasi perang di Timur Tengah dan Pakistan, Pine Gap berperan menyediakan data serangan drone di daerah konflik. Markas intelijen ini juga memiliki akses satelit yang dapat memata-matai hampir seluruh  negeri itu.

    ASIAN CORRESPONDENT | ABC | CHOIRUL AMINUDDIN



     


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.