Hotel di Swiss Picu Amarah Kaum Yahudi dan Pemerintah Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • news.com.au

    news.com.au

    TEMPO.CO, Jenewa -Sebuah hotel di Swiss menggemparkan jagad maya dan menimbulkan amarah kaum Yahudi dan pemerintah Israel gara-gara papan pemberitahuan yang menyudutkan mereka.

    Papan pemberitahuan di kolam renang hotel The Paradies di Alpine, Arosa,  di timur Swiss  memuat tulisan yang mewajibkan tamu keturunan Yahudi mandi sebelum menggunakan kolam renang.

    Baca: Kritik Trump, 16 Negara Muslim Ini Larang Yahudi Masuk

    Papan pemberitahuan itu memuat tulisan: Kepada para Yahudi, wanita, pria dan anak-anak, silahkan mandi sebelum Anda berenang. Jika Anda melanggar aturan, saya terpaksa menutup kolam renang untuk Anda.

    Kemudian, peraturan lainnya tentang tamu Yahudi menyebutkan mereka hanya mendapat akses fasilitas lemari es hotel antara jam 10 dan 11 pagi serta 4.30 sampai 5.30 petang. Pihak hotel tidak mau diganggu oleh mereka.

    Tamu hotel kemudian mengirim foto papan peraturan ke Facebook. Peraturan anti-semit yang diberlakukan hotel di Swiss itu segera tersebar di media sosial dan diterbitkan koran Israel. Sampai-sampai memicu amarah otoritas Israel.

    Baca: Marvel Putus Kontrak Komikus Ardian Syaf

    Wakil Menteri Luar Tzipi Hotovely menggambarkan peristiwa itu sebagai tindakan anti-Yahudi terburuk.

    Duta Besar Israel untuk Swiss, Jacob Keidar dilaporkan telah menghubungi hotel dan telah meminta papan pemberitahuan yang dianggap anti-semit dikeluarkan.

    Manajer Hotel, Ruth Thomann yang menandatangani papan pemberitahuan itu mengatakan dirinya tidak anti-Yahudi dan mengakui kata-kata yang dipilih itu murni kesalahan yang tidak disengaja.

    Setelah mengeluarkan permintaan maaf, pihak hotel juga mengatakan papan pemberitahuan yang membangkitkan amarah kaum Yahudi dan pemerintah Israel telah dibuang.

    GUARDIAN|NEWS.COM.AU|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.