17 WNI Eks ISIS Sudah Tinggalkan Suriah Menuju Indonesia?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurshardrina Khairadhinia. AP Photo

    Nurshardrina Khairadhinia. AP Photo

    TEMPO.CO, Raqqa—Sebanyak 17 warga negara Indonesia atau WNI yang sempat bergabung dengan kelompok ISIS di Raqqa, Suriah, kemudian melarikan diri, dilaporkan telah meninggalkan Suriah.

    Seperti dilansir AP, Kamis 10 Agustus 2017, pejabat Kurdi Suriah menyatakan, ke-17 orang tersebut sudah diserahkan ke perwakilan otoritas Indonesia.

    Pejabat Kurdi Suriah, Omar Alloush, mengatakan, belasan pelarian kelompok Negara Islam Irak dan Suriah(ISIS) asal Indonesia itu terdiri dari para pria, wanita dan anak-anak.

    Mereka diserahkan ke perwakilan pemerintah Indonesia pada Selasa di persimpangan perbatasan Suriah-Irak. Mereka telah meminta untuk dikirim pulang.

    Baca: Kisah Seru 17 WNI Bergabung dengan ISIS Hingga Melarikan Diri

    Juru bicara Unit Perlindungan Wanita Kurdi, Nisreen Abdullah, juga mengonfirmasi penyerahan 17 warga asal Indonesia itu.

    “Ke-17 orang tersebut diserahkan atas permintaan pemerintah mereka,” tulis jaringan media Kurdi, Rojava.

    Identitas belasan warga itu tidak dipublikasikan. Pemerintah Irak juga belum mengonfirmasi laporan dari para pejabat Kurdi Suriah.

    Adapun Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia masih mengupayakan pembebasan mereka.

    “Kami sudah berkomunikasi dengan otoritas setempat, tapi kondisi keamanan di lapangan memang membuat prosesnya tidak mudah. Banyak kelompok berbeda menguasai wilayah tersebut,” ujar Iqbal kepada Tempo melalui pesan pendek.

    Baca: Kemenlu Berupaya Selamatkan 17 WNI Korban ISIS di Suriah

    Bulan lalu, sebuah tim Associated Press di Raqqa bertemu dengan anggota keluarga asal Indonesia yang berusia 17 tahun.

    Warga Indonesia itu mengaku telah perjalanan mereka dua tahun dari Jakarta ke Raqqa. Dia dan keluarganya awal ingin tinggal di Raqqa yang diklaim sebagai ibu kota ISIS.

    Namun, impian keluarga WNI itu hancur karena mendapati fakta bahwa kehidupan di bawah kekuasaan ISIS ternyata jauh dari ajaran Islam yang selama ini mereka jalani.

    AP | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.