Iran dan Turki Kutuk Serangan ke Masjid Syiah Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa peti mati korban serangan bunuh diri di Kabul, Afghanistan 24 Juli 2016. Dua ledakan bom menyasar rombongan besar pengunjuk rasa komunitas minoritas syiah Afganistan, Hazara. REUTERS/Mohammad Ismail

    Warga membawa peti mati korban serangan bunuh diri di Kabul, Afghanistan 24 Juli 2016. Dua ledakan bom menyasar rombongan besar pengunjuk rasa komunitas minoritas syiah Afganistan, Hazara. REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.CO, Teheran - Iran dan Turki mengutuk keras serangan mematikan atas serangan ke masjid Syiah Afganistan, Selasa, 1 Agustus 2017. Akibat aksi tersebut, sedikitnya 30 orang tewas dan 63 lainnya luka-luka.

    Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya kepada media mengatakan, Iran mengucapkan belas ungkawa sedalamnya kepada pemerintah dan bangsa Afganistan serta keluarga korban akibat serangan brutal teroris.

    Baca: Serangan Masjid Syiah Afganistan, Taliban Tak Bertanggung Jawab

    Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Bahram Qassemi mendesak masyarakat internasional memberikan dukungan kepada Afganistan melawan kekerasan.

    "Setelah beberapa dekade sakit dan menderita atas kemiskinan rakyat Afganistan, saatnya negara-negara di kawasan dan organisasi internasional menunjukkan upaya mengakhiri kekerasan bersama pemerintah dan bangsa Afganistan," ucapnya.

    Pada pernyataan itu juga disebutkan komitmen Iran mendukung Afganistan melawan kekerasan dan terorisme.

    Dari Turki diperoleh informasi, negeri itu juga menyatakan mengutuk keras aksi barbar terhadap jamaah masjid.

    "Turki menyampaikan turut berduka cita kepada pemerintah dan saudara-saudara kami di Afganistan," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

    Sebuah serangan bom bunuh diri berlangsung di Masjid Syiah, sebelah barat Provinsi Herat, Afganistan, menewaskan sedikitnya 30 jemaah dan melukai 63 korban lainnya. Menurut keterangan pejabat setempat kepada media, lebih dari 60 orang diyakini cedera. Sebagian besar korban dilarikan ke rumah sakit utama di Kota Herat, ibu kota provinsi.

    TASNIM | DAILY NEWS | AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.