Presiden Korea Selatan Adopsi Anjing yang Nyaris Jadi Santapan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menggendong Tory, anjing yang diadopsi olehnya. bbc.co.uk

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menggendong Tory, anjing yang diadopsi olehnya. bbc.co.uk

    TEMPO.CO, SEOUL — Presiden Korea Selatan yang baru dilantik, Moon Jae-in, dikenal karena kepeduliannya terhadap hewan-hewan terlantar, termasuk anjing, yang populer menjadi santapan di Negeri Ginseng.

    Seperti dilansir AP, Jumat 28 Juli 2017, Istana Kepresidenan Korea Selatan mengumumkan Moon telah mengadopsi, Tory, seekor anjing berusia 4 tahun.

    Tory akan diasuh Moon bersama dua peliharaannya yang lain yakni seekor anjing bernama Maru dan seekor kucing bernama Jjing-jjing.

    Lim Young-ki, juru bicara kelompok Coexistence of Animal Rights on Earth (CARE) mengatakan tim penyelamat membeli Tory saat masih berusia dua tahun dari seorang pria yang dikenal memburu anjing untuk dijadikan santapan.

    Baca: Telantarkan Sembilan Anjing, Eks Presiden Korea Selatan Digugat

    "Seorang tetangga menyaksikan pria tua itu membunuh seekor anjing. Ia pun membujuk sang pria untuk menjual Tory agar selamat dari pembantaian,” kata Lim.

    "Sang pembeli kemudian membawa Tory kepada kami. Namun selama dua tahun kami kesulitan mencari pemilik baru untuknnya.”

    Kesulitan muncul karena adanya prasangka buruk terhadap binatang berbulu hitam seperti Tory. Namun Moon berjanji akan memelihara Tory ketika kelompok tersebut bertemu dengannya sebelum pelantikan presiden.

    Moon mulai berkuasa sejak Mei lalu menggantikan Park Geun-hye yang dimakzulkan dan ditangkap atas tuduhan korupsi pada Maret lalu.

    Park memicu kemarahan para pecinta binatang di Korea Selatan ketika meninggalkan sembilan anjing peliharaannya saat pindah dari Istana Biru. Park mengaku tujuh anjing masih anak-anak sehingga terlalu muda untuk berpindah tempat. Istana pun merawat mereka hingga menemukan majikan baru.

    AP | THE KOREA HERALD | BBC | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.