Setelah Dua Pekan, Muslim Palestina Kembali Salat di Al-Aqsa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Palestina melaksanakan salat di jalanan Bethlehem saat aksi protes penolakan pemasangan pendeteksi logam pada pintu masuk masjid Al Aqsa pada 23 Juli 2017. AP

    Sejumlah warga Palestina melaksanakan salat di jalanan Bethlehem saat aksi protes penolakan pemasangan pendeteksi logam pada pintu masuk masjid Al Aqsa pada 23 Juli 2017. AP

    TEMPO.CO, Yerusalem - Warga muslim Palestina kini telah kembali diberikan akses untuk salat di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa setelah Israel menghapus tindakan pengamanan terbaru dari pintu masuk ke tempat suci tersebut.

    Berbicara pada Kamis, 27 Juli 2017, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengkonfirmasi bahwa kegiatan ibadah akan berlangsung pada siang hari di lokasi yang dikenal sebagai Haram Sharif bagi umat Islam dan Yahudi menyebutnya sebagai Bukit Bait Suci.

    Dia menambahkan, sebuah pertemuan pemimpin Palestina akan diadakan sesudahnya "untuk membahas keputusan lain yang diambil sebagai tanggapan" terhadap penghapusan tindakan pengamanan.

    Baca: Begini Kronologi Kekerasan Selama Sepekan di Masjid Al-Aqsa

    Mufti Agung Yerusalem dan Imam Masjid Al-Aqsa mengatakan bahwa mereka puas dengan menyerahnya Israel.

    Seperti dilansir CNN, para pemimpin agama Islam juga telah meminta umat untuk masuk melalui semua gerbang secara kolektif untuk salat subuh pada Kamis.

    Mereka juga meminta semua masjid di daerah tersebut untuk ditutup pada Jumat dan langsung beribadah ke Masjid Al-Aqsha.

    Pengumuman tersebut disampaikan setelah polisi Israel mengatakan bahwa kamera yang terpasang di situs tersebut telah diturunkan, dua hari setelah detektor logam juga dibongkar.

    Israel memasang detektor logam dan kamera keamanan yang dekat dengan pintu masuk ke situs suci tersebut setelah sebuah serangan di mana dua petugas polisi Israel terbunuh.

    Baca: Akhirnya, Israel Singkirkan Pemindai Logam dari Masjid Al-Aqsa

    Hal itu memicu aksi massa besar-besaran yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Demonstrasi tersebut sering berubah menjadi bentrokan antara pemrotes Palestina dan tentara Israel, yang memicu gelombang kerusuhan dan bukannya meredakan situasi.

    Menurut polisi, tiga dari sembilan gerbang yang mengarah ke lokasi terbuka, dengan pintu masuk yang tersisa akan dibuka secara bertahap.

    Langkah keamanan yang diberlakukan sekarang, sama seperti sebelum serangan 14 Juli atau dua pekan lalu di kompleks Masjid Al Aqsa.

    CNN | USA TODAY | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?