Banjir Besar di Myanmar Hanyutkan Pagoda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga membersihkan puing-puing sebuah bangunan Pagoda yang runtuh karena di terjang gempa yang berkekuatan 6,6 SR di kota Kyaukmyaung, di Shwebo, Mandalay, Myanmar, (12-11). (AP Photo/Khin Maung Win)

    Sejumlah warga membersihkan puing-puing sebuah bangunan Pagoda yang runtuh karena di terjang gempa yang berkekuatan 6,6 SR di kota Kyaukmyaung, di Shwebo, Mandalay, Myanmar, (12-11). (AP Photo/Khin Maung Win)

    TEMPO.CO, Yangon - Banjir besar di Myanmar tengah akibat hujan deras menghanyutkan pagoda, tempat ibadah umat Budha.

    "Selain itu, banjir tersebut membuat ribuan warga mengungsi karena tempat tinggalnya disapu air bah," tulis Strait Times, Selasa, 25 Juli 2017.

    Rekaman gambar dramatis di media sosial memperlihatkan ketika Pagoda tersebut tenggelam perlahan-lahan di tengah luapan air pada Kamis, 20 Juli 2017. Sementara sebagian orang tampak sedih menyaksikan peristiwa itu.

    Pendeta Pyinnya Linkara, yang merekam adegan tersebut, mengatakan, Pagoda hancur akibat luapan air.

    "Dari tahun ke tahun air sungai telah mengikis daratan, sekarang Pagoda terseret oleh sungai," ucapnya.

    Beberapa laporan  media menyebutkan, sedikitnya 2 orang tewas dan lebih dari 90 ribu lainnya kehilangan tempat banjir yang merendam kawasan di Myanmar tengah dan tenggara pada bulan ini.

    STRAIT TIMES | CHOIRUL AMINUDDIN     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.