Duterte Butuh Setahun Akhiri Krisis Marawi

Reporter

Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersiap naik helikopter untuk melakukan kunjungan ke medan pertempuran di Marawi, 20 Juli 2017. Ini merupakan kunjungan pertama Duterte ke daerah yang dikepung kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS. Ace Morandante/Presidential Photographers Division, Malacanang Palace via AP

TEMPO.CO, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Dutrerte menyatakan, dia perlu waktu satu tahun untuk mengakhiri konflik di Marawi yang melibatkan milisi ISIS.

Menurutnya, milisi ISIS telah melancarkan serangan bersenjata sejak 2 bulan lalu menyebabkan sedikitnya 114 tentara tewas.

"Kami akan segera menyudahi perlawanan ISIS," kata Duterte.

Baca: Kongres Restui Duterte Perpanjang Darurat Militer di Marawi  

Petinggi pertahanan Filipina itu mengakui, pasukannya sempat meremehkan kekuatan kelompok milisi yang ternyata terorganisir dengen baik tersebut.

Duterte menjelaskan, milisi pro-ISIS, Maute, menguasai kota Marawi pada 23 Mei 2017, dan beberapa bagian di selatan.

"Mereka sanggup bertahan kendati ratusan pasukan kami melakukan serangan darat dan gempuran udara," kata Duterte.

Baca: 600 Bangunan di Marawi Belum Bersih dari Teroris

Menanggapi kekerasan di Marawi yang masih berlanjut, para anggota parlemen Filipina menyetujui permintaan Duterte memperpanjang masa darurat militer hingga akhir tahun di Mindanao, serta menambah jumlah pasukan keamanan guna mengejar milisi.

Meskipun demikian, parlemen Filipina belum melihat rencana Duterte secara jelas mengenai bagaimana mengurus Marawi setelah pasukannya menguasai kota berpenduduk mayoritas muslim itu. Sekitar 70 militan masih bersembunyi di distrik komersial itu, mereka tinggal bersama penduduk desa.

Menurut Letnan Jenderal Carlito Galvez, Komandan Keamanan Mindanao, Filipina Selatan, lebih dari 500 tewas, termasuk 45 penduduk sipil dan 114 pasukan pemerintah. Sembilan tentara tewas, sementara 49 lainnya cedera saat pertempuran di Marawi pada Jumat, 21 Juli 2017.

INQUIRER | CHOIRUL AMINUDDIN

  






Setidaknya 28 Tewas dalam Dua Serangan oleh Kelompok Bersenjata di Burkina Faso

1 hari lalu

Setidaknya 28 Tewas dalam Dua Serangan oleh Kelompok Bersenjata di Burkina Faso

Burkina Faso sedang memerangi kelompok pengacau terkait Al Qaeda dan ISIS.


Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

4 hari lalu

Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

Shamima Begum bergabung dengan ISIS saat masih sangat belia, berumur 15 tahun, pada 2015.


Operasi Khusus AS Tewaskan Pemimpin Senior ISIS di Somalia

5 hari lalu

Operasi Khusus AS Tewaskan Pemimpin Senior ISIS di Somalia

Bilal al-Sudani yang menjadi target operasi disebut bertanggung jawab untuk membantu perkembangan kehadiran ISIS di Afrika.


Filipina Sambut Kembali Pelancong dari China

6 hari lalu

Filipina Sambut Kembali Pelancong dari China

Filipina berusaha memikat kembali pelancong asal China, setelah Beijing menghapus pembatasan Covid-19.


Densus 88 Sita 2 Bom Rakitan Siap Pakai dari Teroris Simpatisan ISIS di Sleman

8 hari lalu

Densus 88 Sita 2 Bom Rakitan Siap Pakai dari Teroris Simpatisan ISIS di Sleman

Tersangka teroris simpatisan ISIS di Sleman yang ditangkap Densus 88 disebut memiliki dua bom rakitan siap pakai.


Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

9 hari lalu

Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

Densus 88 menangkap satu orang tersangka terorisme yang diduga jaringan ISIS di Daerah Istimewa Yogyakarta


Kemlu Akan Dampingi Anton Gobay yang Ditangkap di Filipina

12 hari lalu

Kemlu Akan Dampingi Anton Gobay yang Ditangkap di Filipina

Kementerian Luar Negeri menyatakan bersedia memberikan pendampingan hukum terhadap Anton Gobay yang ditangkap di Filipina atas kepemilikan senjata.


Filipina Bebaskan Jurnalis Maria Ressa dalam Kasus Pajak

13 hari lalu

Filipina Bebaskan Jurnalis Maria Ressa dalam Kasus Pajak

Peraih Nobel Perdamaian asal Filipina Maria Ressa dan situs beritanya Rappler dibebaskan oleh pengadilan atas dakwaan penggelapan pajak.


50 Perempuan di Burkina Faso Diculik Militan saat Memetik Buah

14 hari lalu

50 Perempuan di Burkina Faso Diculik Militan saat Memetik Buah

Kelompok militan diduga terafiliasi Al Qaeda menculik sekitar 50 wanita yang sedang mencari makanan di Provinsi Soum, Burkina Faso.


Anton Gobay Sebut Foto dengan Lukas Enembe Hoaks

15 hari lalu

Anton Gobay Sebut Foto dengan Lukas Enembe Hoaks

Anton Gobay memberikan klarifikasinya perihal foto bersama Gubernur Papua Lukas Enembe yang beredar di dunia maya.