Diancam Cina, Vietnam Batalkan Pengeboran di Laut Cina Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem pertahanan udara jarak menengah Tiongkok, HQ-9. Dunia dihebohkan dengan tindakan Tiongkok yang menempatkan HQ-9 di Pulau Woody, salah satu pulau di Kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Kepulau Spratly menjadi sengketa antara Tiongkok, Filipina, Brunai, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Tindakan Tiongkok ini membuat kawasan Laut Cina Selatan semakin memanas. defence.pk

    Sistem pertahanan udara jarak menengah Tiongkok, HQ-9. Dunia dihebohkan dengan tindakan Tiongkok yang menempatkan HQ-9 di Pulau Woody, salah satu pulau di Kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Kepulau Spratly menjadi sengketa antara Tiongkok, Filipina, Brunai, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Tindakan Tiongkok ini membuat kawasan Laut Cina Selatan semakin memanas. defence.pk

    TEMPO.CO, Hanoi— Vietnam dilaporkan menghentikan pengeboran gas di wilayah sengketa Laut Cina Selatan menyusul ancaman dari Cina.

    Seorang sumber di industri migas Vietnam mengatakan kepada BBC, Senin 24 Juli 2017, bahwa perusahaan pengeboran Repsol asal Spanyol telah diperintahkan untuk meninggalkan lokasi.

    Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Repsol memastikan lokasi yang dimaksud mengandung cadangan gas alam dalam jumlah besar.

    Menurut sumber tersebut, Hanoi telah memberi tahu Direksi Repsol bahwa Beijing mengancam akan menyerang pangkalan Vietnam di Kepulauan Spratly jika pengeboran gas tidak dihentikan.

    Laporan ini telah dikonfirmasi oleh sejumlah sumber diplomatik Vietnam.

    Baca: Vietnam Kirim Peluncur Roket ke Laut Cina Selatan 

    Cina mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan, termasuk karang dan kepulauan yang juga diperebutkan oleh sejumlah negara, termasuk Vietnam.

    Pengeboran gas sendiri telah dilakukan sejak bulan lalu di peraiaran sekitar 400 kilometer sebelah tenggara Vietnam.

    Vietnam menyebut wilayah ini Block 136-03 dan telah memberikan kontrak kepada perusahaan Talisman-Vietnam, anak perusahaan Repsol.

    Adapun Cina menyebut kawasan ini Wanan Bei-21 dan telah menyewakannya kepada perusahaan lain yang belum diketahui.

    Talisman-Vietnam sebelumnya dimiliki oleh perusahaan Kanada Talisman, tapi sejak 2015 perusahaan ini menjadi bagian dari grup Repsol.

    Seorang analis yang enggan disebutkan namanya memperkirakan Repsol telah menggelontorkan dana hingga US$ 300 juta atau hampir Rp 4 triliun untuk pengembangan wilayah pengeboran tersebut.

    Perseteruan antara kedua negara di perairan yang disengketakan pernag terjadi. Pada 2014, kapal patrol antara Cina dan Vietnam baku tembak di dekat Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan. Sejak saat itu, kedua negara berusaha menghindari konfrontasi.

    BBC | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?