Wanita Nigeria Lakukan Bom Bunuh Diri di Masjid, 8 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi berdiri di tempat pemboman setelah setidaknya 20 orang tewas ketika seorang pembom bunuh diri wanita muda meledakkan dirinya di sebuah stasiun bus di Maiduguri, timur laut Nigeria, 22 Juni 2015. cnn.com

    Seorang polisi berdiri di tempat pemboman setelah setidaknya 20 orang tewas ketika seorang pembom bunuh diri wanita muda meledakkan dirinya di sebuah stasiun bus di Maiduguri, timur laut Nigeria, 22 Juni 2015. cnn.com

    TEMPO.CO, Abuja - Sedikitnya 8 orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya terluka dalam insiden bon bunuh diri oleh seorang wanita di sebuah masjid di Maiduguri, timur laut Nigeria. Kepala Badan Manajemen Darurat Negara bagian Borno, Ahmed Satomi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin, 17 Juli 2017 sekitar jam 5.30 pagi. Lokasinya di daerah London Ciki, Maiduguri, yang juga pusat kegiatan milisi Boko Haram sejak 2009.

    Satomi mengatakan bahwa ketika kejadian, masjid dijaga anggota satuan tugas bersama milisi atau JTF. "Namun, tanpa sepengetahuan JTF, wanita itu berhasil mendekati area masjid. Secara tiba-tiba dia meledakkan diri ketika berada di dalam masjid," kata Satomi.

    Seperti yang dilansir Al Jazeera pada 17 Juli 2017, masjid roboh dalam ledakan tersebut.
    Pada saat yang sama, tiga bom berhasil digagalkan di Maiduguri. Ini merupakan serangan kedua kalinya dalam beberapa minggu terakhir di mana pengebom bunuh diri oleh wanita.

    Senin pekan lalu, setidaknya 19 orang tewas dan 23 lainnya luka-luka saat empat wanita meledakan bom yang melekat pada tubuh mereka di daerah Molai Kolemari di kota tersebut.

    Boko Haram semakin sering menggunakan wanita dan remaja putri untuk melakukan serangan. Beberapa wanita muda yang lolos dari kelompok garis keras tersebut mengatakan bahwa anak perempuan dibius dan dipaksa melakukan misi bunuh diri.

    Pemerintah Nigeria akhir tahun lalu menyatakan bahwa Boko Haram telah "hancur" tapi serangan mematikan terus berlanjut. Kelompok teroris itu telah membunuh lebih dari 20 ribu orang dan menculik ribuan lainnya.

    AL JAZEERA|ARAB NEWS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.