Selasa, 25 September 2018

Malaysia Berharap Penembak MH17 akan Diketahui Akhir 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekontruksi dari puing-puing pesawat Malaysia Arilines MH17 saat dipresentasikan laporan terakhir kecelakaan pada Juli 2014 di Gilze Rijen, Belanda, 14 Oktober 2015. Para investigator internasional menyimpulkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 telah ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia. REUTERS/Michael Kooren

    Rekontruksi dari puing-puing pesawat Malaysia Arilines MH17 saat dipresentasikan laporan terakhir kecelakaan pada Juli 2014 di Gilze Rijen, Belanda, 14 Oktober 2015. Para investigator internasional menyimpulkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 telah ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia. REUTERS/Michael Kooren

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur— Pemerintah Malaysia berharap tersangka penembakan jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 sudah akan bisa diidentifikasi akhir 2017 ini untuk diadili di Belanda.

    "Diharapkan, pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, kita bisa mendapatkan keputusan tentang siapa yang sebenarnya bisa kita tuntut di pengadilan," kata Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai kepada para wartawan seperti dilansir Reuters, Kamis 13 Juli 2017.

    Liow mengatakan, otoritas negara-negara terkait telah menyerukan agar orang-orang yang bertanggung jawab atas penembakan rudal tersebut untuk menyerahkan diri.

    Baca: Pelaku Penembakan Pesawat MH17 akan Dituntut di Belanda

    "Kami yakin bahwa kami akan bisa mengidentifikasi para penjahat yang bertanggung jawab dan bahwa kami akan bisa membawa mereka ke pengadilan," ujar Liow.

    Sebanyak 43 warga Malaysia termasuk di antara korban tewas dalam peristiwa jatuhnya MH17.

    Mohammad Salim Sarmo, salah seorang kerabat korban dari Malaysia mengatakan, dirinya telah menantikan ditegakkannya keadilan. Pria berusia 68 tahun itu kehilangan putranya dalam peristiwa jatuhnya MH17.

    "Kami diberitahu bahwa ini cuma masalah waktu sebelum mereka bisa dibawa ke pengadilan. ini keputusan yang telah kami tunggu-tunggu," tutur Mohammad.

    Pesawat Boeing 777 milik maskapai Malaysia Airlines ditembak jatuh di wilayah Ukraina timur oleh sebuah rudal Buk buatan Rusia. Keseluruhan penumpang dan kru yang berjumlah 298 orang, tewas dalam peristiwa yang terjadi pada Juli 2014 itu. Sebagian besar korban adalah warga Belanda.

    Baca: Jatuhnya MH17 Tewaskan 20 Keluarga Sekaligus 

    Pada September 2016 lalu, tim penyelidik internasional yang dipimpin Belanda menyimpulkan bahwa rudal buatan Rusia tersebut ditembakkan dari wilayah di Ukraina timur yang dikuasai para separatis pro-Rusia. Tim penyelidik tersebut berasal dari Australia, Belgia, Malaysia dan Ukraina.

    Temuan tersebut bertolak belakang dengan anggapan Rusia bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh oleh militer Ukraina, bukan separatis.

    Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Belanda mengumumkan bahwa tersangka yang diidentifikasi dalam penembakan jatuh pesawat akan diadili di pengadilan Belanda dan di bawah hukum Belanda. Para korban jatuhnya MH17 berasal dari 17 negara.

    REUTERS | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.