Begini Kisah Anak Mosul Dipaksa ISIS Mutilasi Sandera Hidup-Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aanak-anak mengantre mendapat makanan di dapur umum setelah berakhirnya pertempuran antara pasukan Irak dengan militan ISIS di distrik Tayaran di Mosul barat, Irak, 30 April 2017. REUTERS

    Aanak-anak mengantre mendapat makanan di dapur umum setelah berakhirnya pertempuran antara pasukan Irak dengan militan ISIS di distrik Tayaran di Mosul barat, Irak, 30 April 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Mosul—Kebengisan kelompok ISIS yang melibatkan anak-anak dalam penyiksaan dan pembunuhan terhadap sandera di Mosul terungkap.

    Seperti dilansir Daily Mail, Rabu 12 Juli 2017, sejumlah milisi ISIS memaksa anak-anak di Mosul untuk membunuh sandera, jika tidak keluarga para bocah itu lah yang akan dibunuh.

    Hadya, bocah perempuan berusia 11 tahun, menuturkan dirinya bersama dua adik laki-lakinya, Shadi (5) dan Fadi (9), dipaksa memutilasi seorang sandera hidup-hidup dengan parang.

    Baca: Mosul Bebas Dari ISIS, Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat Kepada Irak

    Kisah mengerikan ini diungkap Hadya dalam liputan program Dateline dari stasiun televisi Australia, SBS.

    “Seorang milisi ISIS memerintahkan saya memotong kaki, lengan dan merusak wajahnya dengan pisau. Jika tidak, kalian akan kami culik dan dibunuh.”

    Bocah-bocah cilik ini sangat ketakutan untuk menolak. “Ketika dia memberi kami parang, saya memotong tangan sang sandera. (Fadi) memotong kakinya. Sedangkan Shadi melukai wajahnya dengan pisau.”

    Hadya menyebut sang sandera akhirnya tewas mengenaskan setelah adik bungsunya yang baru berusia 5 tahun itu menikam matanya.

    Sementara anak-anak lain mengisahkan bagaimana mereka belajar menanam bahan peledak, dan akan dipukuli dengan kabel listrik jika melakukan kesalahan.

    ISIS merebut Mosul dari pemerintahan Irak sejak 2014. Selama di bawah kekuasaan kelompok teroris itu, mereka menerapkan versi ekstrim dari apa yang mereka sebut hukum Islam.

    Baca: Irak Klaim Berhasil Usir ISIS dari Mosul

    Pertempuran untuk merebut Mosul memicu kehancuran di kota tersebut dan area sekitarnya. Sekitar 5.805 warga sipil tewas dan nyaris 1 juta orang kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran itu.

    Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengunjungi langsung Mosul pada Ahad waktu setempat dan memberi selamat pada pasukan Irak yang disebutnya telah meraih 'kemenangan' atas ISIS.

    Kekalahan ISIS di Mosul menjadi pukulan telak bagi kelompok radikal itu, yang juga mulai kehilangan posisi di kota Raqqa, Suriah. Tanpa Mosul, kota terbesar yang pernah dikuasainya, dominasi ISIS di Irak hanya tinggal di kawasan pinggiran, area gurun di selatan dan barat kota tersebut.

    DAILY MAIL |SBS | SITA PLANASARI AQUADINI


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.