Rayakan Kelulusan SMA, Malala Buat Akun Twitter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun twitter Malala. twitter.com

    Akun twitter Malala. twitter.com

    TEMPO.CO, Birmingham—Berbeda dengan remaja lain, Malala Yousafzai merayakan kelulusannya dari sekolah menengah atas dengan membuat akun Twitter.

    Seperti dilansir Daily Mail, Sabtu 8 Juli 2017, dalam akun @Malala ia menulis tujuh kicauan tentang kebahagiaannya lulus sekolah dan keinginannya untuk berkeliling dunia bertemu dengan para gadis di Timur Tengah, Afrika serta Amerika Latin untuk memperjuangkan hak anak perempuan memperoleh pendidikan.

    Akun @Malala yang dibuatnya langsung mendapat pengikut sebanyak 134 ribu orang hanya dalam waktu tiga jam. Salah satu pengikut akunnya adalah taipan Microsoft, Bill Gates, yang berkicau menyambut kehadiran Malala di Twitter.

    Baca: Jadi Warga Kehormatan Kanada, Malala: Bangga Jadi Warga Pakistan

    “Kamu selalu menginspirasi saya @Malala. Terima kasih padamu, para gadis muda di seluruh dunia dapat menggapai cita-cita mereka,” kicau Gates melalui akun @BillGates.

    Malala menempuh pendidikan menengah di Birmingham, Inggris, sejak ia sembuh dari perawatan luka tembak yang diterimanya pada Oktober 2012.

    Serangan terhadap Malala dilakukan oleh kelompok Taliban karena gadis ini berusaha memperjuangkan hak anak perempuan bersekolah melalui blog di BBC berbahasa Urdu.

    Pada Oktober 2012, seorang pria menembak Malala yang hendak pulang setelah menempuh ujian di sekolahnya di Lembah Swat, Pakistan.

    Baca: Malala Jadi Orang Paling Berpengaruh di Asia  

    Sejak saat itu, Malala menjadi simbol perjuangan pendidikan anak perempuan global.

    Perjuangannya yang tanpa henti dan harus dibayar dengan luka tembak, menjadikan Malala sebagai pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2014, sekaligus warga dunia termuda yang pernah memenangkannya.

    Seragam Malala yang bersimbah darah kini dipajang di Nobel Peace Cente, Oslo, Norwegia. Sepulangnya dari tur ke tiga benua, Malala sudah mendapat tawaran melanjutkan kuliah dari Universitas Oxford.

    DAILY MAIL | TELEGRAPH | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.