Duterte Ancam Makan Hati Milisi Abu Sayyaf Pasca Penggal Sandera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina Rodrigo Duterte, ditemani Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana dan Jenderal Eduardo Ano, saat mengunjungi tentara yang terluka ketika berperang melawan pemberontak kelompok Maute, di Cagayan De Oro, Filipina 11 Juni 2017. REUTERS/Romeo Ranoco

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte, ditemani Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana dan Jenderal Eduardo Ano, saat mengunjungi tentara yang terluka ketika berperang melawan pemberontak kelompok Maute, di Cagayan De Oro, Filipina 11 Juni 2017. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Manila—Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memakan hati milisi Abu Sayyaf, menyusul pemenggalan terhadap dua sandera Vietnam.

    “Saya akan memakan hati kalian. Saya akan tambahkan garam dan cuka, dan akan saya makan di depan kalian,” kata Duterte seperti dikutip Rappler, merujuk kepada milisi Abu Sayyaf yang bertanggung jawab atas pembunuhan keji itu.

    Baca: Milisi Abu Sayyaf Bunuh 2 Sandera Warga Vietnam

    Jasad Hoang Thong dan Hoang Va Hai, dua dari enam awak kapal yang diculik dari kapal kargo Vietnam pada November lalu, ditemukan warga di sebuah pulau di Provinsi Basilan pada Rabu pagi dalam kondisi tanpa kepala.

    Milisi Abu Sayyaf membunuh dua sandera warga Vietnam ini setelah uang tebusan tak kunjung diberikan.

    "Pasukan kami menemukan jasad tanpa kepala setelah warga setempat memberitahu kami mengenai temuan mayat. Ini cara putus asa Abu Sayyaf karena mereka tidak mendapatkan uang tebusan dari penculikan yang dilakukan," ujar juru bicara militer Kapten Jo-Ann Petinglay seperti dikutip dari Channel NewsAsia.

    Salah satu kru berhasil melarikan diri saat operasi militer Filipina pada Juni lalu. Sementara tiga pelaut Vietnam lain masih dalam sandera Abu Sayyaf.

    Baca: Pemimpin Abu Sayyaf, Hapilon, Bersembunyi di Masjid di Marawi 

    Kelompok bandit ini kerap menculik warga sipil dan menyandera mereka untuk meminta tebusan. Kelompok ini tak segan-segan memenggal para sandera kecuali tebusan dibayarkan.

    Sorang warga Jerman, Jurgen Kantner, 70 tahun, dipenggal pada Februari lalu setelah tuntutan tebusan sebesar US$600.000 tidak dipenuhi.

    Milisi Abu Sayyaf merupakan satu dari sejumlah kelompok terkait ISIS yang kini menguasai wilayah selatan Filipina. Menurut Petinglay, Abu Sayyaf saat ini menyandera 22 orang termasuk 16 di antaranya warga asing termasuk Vietnam.

    GMA | REUTERS | RUSSIA TODAY | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.