Pembunuhan Presiden Macron Digagalkan, Pelaku Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Trogneux bersepeda bersama dari rumahnya di Le Touquet, Prancis, 17 Juni 2017. REUTERS/Philippe Wojazer

    Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Trogneux bersepeda bersama dari rumahnya di Le Touquet, Prancis, 17 Juni 2017. REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Paris - Rencana pembunuhan terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron oleh pria 23 tahun digagalkan petugas keamanan. 

    "Tersangka saat ini ditahan," kata petugas keamanan.

    Menurut juru bicara kepolisian, Agnes Thibault Lecuivre, tersangka melakukan aksinya seorang diri. Adapun motif pembunuhan belum diketahui secara jelas.

    Baca: Macron Terpilih Jadi Presiden, Ini Komentar Warga Prancis

    "Investigasi terhadap dia masih berlanjut," tulis media di Prancis.

    Pria yang dideskripsikan dari kelompok "nasionalis kanan-jauh" itu rencananya melakukan pembunuhan terhadap Presiden Macron saat parade hari Bastille, 14 Juli 2017 di Champs-Elysees.

    Menurut RMC, tersangka juga ingin menghabisi nyawa kaum kulit hitam, Arab, Yahudi, dan homoseks. "Dia seorang pengangguran dan mengalami gangguan psikologi," tulis New Europe.

    Saat ini, tersangka ditahan di derah pinggiran Argenteuil dekat Pais. Selanjutnya akan dibawa ke pengadilan pada Sabtu pekan ini.

    Baca: Terpilihnya Emmanuel Macron Bawa Harapan Warga Muslim Prancis

    Sebelumnya, agen Prancis mencurigai tersangka ketika dia membeli senjata laras panjang Kalashnikov melalui media online sambil mengatakan bahwa dia akan melakukan serangan.

    Laporan L'Express mengatakan pria tersebut tampaknya sedang mempelajari preseden serangan massal.

    Adapun pihak kepolisian menjelaskan, mereka telah menemukan bukti rencana pembunuhan Presiden Macron. Tersangka terinspirasi serangan massal Columbine pada 1999 yang menewaskan 12 murid sekolah dan seorang guru.

    NEW EURO | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.