Mesir Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Irak membawa jenazah wanita yang tewas akibat bom bunuh diri militan ISIS di Tahrir, Irak, 17 November 2016. REUTERS/Goran Tomasevic

    Tentara Irak membawa jenazah wanita yang tewas akibat bom bunuh diri militan ISIS di Tahrir, Irak, 17 November 2016. REUTERS/Goran Tomasevic

    TEMPO.CO, Kairo - Mesir mengutuk serangan bom bunuh diri di kamp pengungsi Irak yang mengakibatkan sedikitnya 14 orang tewas. 

    Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, 3 Juli 2017 mengatakan, Mesir mendukung sepenuhnya dan menyatakan solidaritas dengan Irak dalam menghadapi terorisme yang bertujuan mengguncang keamanan dan stabilitas negara.

    Baca: Perempuan Ini Ledakkan Diri di Pasar Irak, 31 Orang Tewas

    "Kami mendukung seluruh langkah yang diambil guna melawan terorisme dan kekerasan," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.

    Serangan bom bunuh diri pada Ahad, 2 Juli 2017, itu dilakukan oleh seorang yang berpura-pura berpakaian perempuan di kamp pengungsi Provinsi Anbar.

    Baca: Pemimpin ISIS Tinggalkan Mosul, Baghdadi Biarkan Pasukannya Mati

    Belum ada pihak manapun yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun kuat dugaan pekakunya adalah militan ISIS yang terusir dari Mosul.

    Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Mesir ingin masyarakat internasional melakukan gerakan bersama untuk membasmi terorisme termasuk bom bunuh diri.

    AHRAM | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.