Pemimpin Abu Sayyaf, Hapilon, Bersembunyi di Masjid di Marawi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria yang diidentifikasi oleh perwira Intelijen Filipina sebagai Isnilon Hapilon (slayer juning) dan Abdullah Maute (kanan kedua) terlihat dalam gambar diam yang diambil dari video yang dikeluarkan oleh Angkatan Bersenjata Filipina pada tanggal 7 Juni 2017. Angkatan Bersenjata Filipina / Handout via REUTERS

    Pria yang diidentifikasi oleh perwira Intelijen Filipina sebagai Isnilon Hapilon (slayer juning) dan Abdullah Maute (kanan kedua) terlihat dalam gambar diam yang diambil dari video yang dikeluarkan oleh Angkatan Bersenjata Filipina pada tanggal 7 Juni 2017. Angkatan Bersenjata Filipina / Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Marawi - Militer Filipina menegaskan bahwa pemimpin Abu Sayyaf yang memimpin aksi teror di Marawi, Isnilon Hapilon, masih bersembunyi  di satu masjid di kota itu.

    Militer Filipina pekan lalu menduga Hapilon telah melarikan diri dari Marawi. Namun laporan intelijen menyebutkan dia masih di Marawi, kota yang telah menjadi medan pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pemberontak selama hampir enam pekan.

    Baca: Pemimpin Penculikan Abu Sayyaf Tewas Dibunuh Militer Filipina 

    "Menurut informasi terbaru kami, dia masih berada di dalam Marawi, dia bersembunyi di dalam salah satu masjid di Marawi," kata Delfin Lorenzana, Menteri Pertahanan Filipina seperti yang dilansir Inquirer pada 3 Juli 2017.

    Lorenzana mengatakan, Hapilon belum kembali ke pulau asalnya di Basilan. "Ada tiga milisi dari Marawi yang tiba di Basilan lebih dari seminggu yang lalu, tapi Isnilon bukan salah satunya, jadi kita masih percaya bahwa dia masih di Marawi," katanya.

    Baca: Presiden Duterte Bersumpah Makan Hati Teroris yang Tertangkap

    Hapilon telah ditunjuk sebagai pemimpin ISIS di Asia Tenggara. Dia dan anak buahnya mendukung kelompok Maute, yang dipimpin oleh dua bersaudara Abdullah dan Omar, untuk mendirikan kekhalifahan di Marawi.

    Pertempuran antara kelompok Abu Sayyaf pimpinan Hapilon melawan pasukan pemerintah Filipina meletus di kota Marawi pada 23 Mei 2017. Sedikitnya 459 orang, yakni 336 tersangka teroris, 39 warga sipil, dan 84 tentara pemerintah telah meninggal sejak pertempuran itu dimulai. Pertempuran juga memaksa sekitar 400.000 warga sipil mengungsi ke wilayah yang lebih aman.

    INQUIRES|ABS-CBN NEWS|YON DEMA

    Video Terkait:
    Beredar Video ISIS Akan Serang Indonesia dan Malaysia




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?