Belanda Marah, Israel Sita Panel Listrik Tenaga Surya Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Solar panel. USAF/Wikipedia

    Solar panel. USAF/Wikipedia

    TEMPO.CO, Amsterdam - Belanda marah setelah otoritas Israel menyita puluhan panel listrik tenaga surya di desa terpencil Tepi Barat, Palestina, hasil sumbangan pemerintah Belanda.

    Pasukan Israel dikabarkan telah menyita puluhan panel listrik tenaga surya di desa terisolasi Jubbet al-Dhibn, sebelah timur Bethlehem pada Rabu, 28 Juni 2017, yang dibangun tahu lalu.

    Baca: Israel Tangkap Anggota Parlemen Wanita Palestina

    Israel berdalih bahwa pembangunan panel listrik tenaga surya tersebut dilakukan tanpa izin karena berada di Area C, Tepi Barat, yang dikuasai oleh militer Israel.

    Sebuah laporan dari koran Israel, Haaretz, yang mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Belanda, menyebutkan, pemerintah Belanda mengajuka protes keras atas penyitaan panel listrik tenaga surya tersebut.

    Baca: Xi Jinping, Cina Dukung Negara Palestina

    Menurut laporan koran ini, panel tersebut untuk menghasilkan listrik menggunakan tenaga diesel dan energi surya.

    Haaretz menyebutkan, pemerintah Belanda menyumbang proyek pembangunan listrik tenaga surya di kawasan selatan Bethlemen sebesar Rp 7,6 miliar sedangkan untuk Desa Jubbet al-Dhub senilai Rp 5,3 miliar.

    "Kementerian Luar Negeri Belanda mendesak Israel mengembalikan seluruh peralatan panel listrik tenaga suraya yang disita mda sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya," tulis Haaretz.

    MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.