Duterte Ancam Penjarakan Pengkritik Darurat Militer di Marawi

Reporter

Tentara Filipina memeriksa sebuah rumah saat melakukan pencarian terhadap militan Maute di Marawi, Filipina, 17 Juni 2017. Presiden Rodrigo Duterte menerapkan status darurat militer selama 60 hari di seluruh Mindanao dan Marawi pada 24 Mei 2017. REUTERS/Romeo Ranoco

TEMPO.CO, Jakarta -Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam memenjarakan pihak yang mengkritik tindakannya menegakkan darurat militer di Marawi.

Duterte mengeluarkan ancaman itu beberapa hari sebelum Mahkamah Agung membuat keputusan untuk memperkuat atau justru membatalkan keputusan tersebut.

Ia mendeklarasikan pemerintahan militer di wilayah Mindanao yang memiliki sekitar 20 juta penduduk pada 24 Mei lalu, dengan alasan untuk menangani ancaman militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS yang semakin meningkat.

Baca:  Presiden Duterte Mohon Maaf atas Kehancuran Marawi

Pada saat sama, pemimpin Filipina itu menegaskan ia tidak akan mematuhi keputusan pengadilan, yang dianggap bertentangan dengan Konstitusi, sebaliknya hanya mendengarkan usulan yang diajukan oleh pihak militer.

"Ketika saya lihat situasi di Marawi masih kacau dan Anda ingin saya membatalkannya. Saya akan menahan Anda dan parkir Anda ke dalam penjara," kata Duterte, seperti dilansir GMA News, Ahad 2 Juli 2017.

Pasukan pemerintah terus memerangi gerilyawan yang menduduki Kota Marawi, dengan pemboman udara dan pertempuran darat.  Perang antara militer dan Maute hingga kini telah menewaskan sekitar 400 orang. Selain itu, perang juga memaksa hampir 400.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Sesuai dengan amandemen Konstitusi Filipina pada 1987, darurat militer dibatasi guna menghindari penyalahgunaan kekuasaan seperti yang terjadi di bawah pemerintahan diktator Ferdinand Marcos.

Baca: Duterte Ultimatum Militer Berangus Teroris di Marawi dalam 3 Hari

Perubahan itu memungkinkan Mahkamah Agung meninjau deklarasi darurat militer yang menetapkan batas awal selama 60 hari. Jika, presiden memutuskan untuk memperpanjang masa hukum militer, kongres memiliki hak untuk mengkaji dan membatalkannya.

Duterte menghadapi reaksi keras dari anggota parlemen oposisi, yang bulan lalu meminta Mahkamah Agung untuk menolak deklarasi darurat militer di Marawi, yang dinilai inkonstitusional.

GMA NEWS | INQUIRER | YON DEMA






BIMP-EAGA 2022, Building Block Integrasi Perekonomian ASEAN

9 hari lalu

BIMP-EAGA 2022, Building Block Integrasi Perekonomian ASEAN

Saat ini Kawasan East Asean Growth Area tengah menjalani proses pemulihan dan pembangunan kembali.


Hadapi China, Militer AS Siap Kembali ke Teluk Subic Filipina setelah 30 Tahun

10 hari lalu

Hadapi China, Militer AS Siap Kembali ke Teluk Subic Filipina setelah 30 Tahun

Militer Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan kembali ke pangkalan di Teluk Subic, Filipina, karena meningkatnya kehadiran maritim China


Filipina Hapus Tarif Impor Kendaraan Listrik, Indonesia Kapan?

10 hari lalu

Filipina Hapus Tarif Impor Kendaraan Listrik, Indonesia Kapan?

Konsumen Filipina membayar Rp 329 juta hingga Rp 768,5 juta untuk membeli kendaraan listrik. Subsidi pembelian di Indonesia tengah digodok.


Polisi Filipina Dihukum Seumur Hidup, Rekayasa Bukti dan Bunuh Terduga Pemakai Narkoba

11 hari lalu

Polisi Filipina Dihukum Seumur Hidup, Rekayasa Bukti dan Bunuh Terduga Pemakai Narkoba

Pengadilan Filipina menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada polisi karena menyiksa dan merekayasa bukti pada korban perang narkoba Duterte


Karya Perancang Busana Indonesia Hadir dalam Acara Fashion Show di Filipina

11 hari lalu

Karya Perancang Busana Indonesia Hadir dalam Acara Fashion Show di Filipina

Pakaian karya sejumlah perangcang busana Indonesia ditampilkan dalam sebuah acara fashion show di Manila.


Kamala Harris: Amerika Serikat Siap Bela Filipina di Laut Cina Selatan

12 hari lalu

Kamala Harris: Amerika Serikat Siap Bela Filipina di Laut Cina Selatan

Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris menjamin Washington akan mendukung Filipina dalam menghadapi intimidasi di Laut Cina Selatan.


Beijing dan Manila Adu Mulut Perkara Puing Roket di Laut Cina Selatan

14 hari lalu

Beijing dan Manila Adu Mulut Perkara Puing Roket di Laut Cina Selatan

Filipina menuding kapal penjaga pantai Cina telah mengambil puing roket yang telah diamankannya di Laut Cina Selatan. Beijing membantah.


Bertemu Marcos Jr, Wapres AS Bakal Jamin Komitmen Pertahanan untuk Filipina

14 hari lalu

Bertemu Marcos Jr, Wapres AS Bakal Jamin Komitmen Pertahanan untuk Filipina

Wapres AS Kamala Harris akan mengunjungi Filipina selama 3 hari. Ia akan bertemu Presiden Ferdinand Marcos Jr.


Siswi SMP 2 Palu Wakili Indonesia di Ajang Miss Teen Internasional di Filipina

20 hari lalu

Siswi SMP 2 Palu Wakili Indonesia di Ajang Miss Teen Internasional di Filipina

Janitra Ayu Padmarini siswa SMP 2 Palu menjadi pemenang mahkota Miss Preteen Nasional 2022 dan mewakili Indonesia di Miss Teen di Filipina.


Mahfud Md: Menteri Filipina Cerita Rakyat di Sana Histeris Kalau Bertemu Jokowi

21 hari lalu

Mahfud Md: Menteri Filipina Cerita Rakyat di Sana Histeris Kalau Bertemu Jokowi

Mahfud Md mengisahkan pertemuannya dengan Menteri Maria Zenaida dari Filipina. Zenaida cerita masyarakat Filipina histeris jika dengar nama Jokowi.