Wabah Kolera Tewaskan 1.500 Penduduk Yaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perawat memeriksa seorang anak yang terinfeksi kolera di rumah sakit di pelabuhan laut merah di Hodeidah, Yaman, 14 Mei 2017.  Hanya sedikit fasilitas medis yang masih berfungsi, sementara dua pertiga penduduk Yaman kini harus bertahan tanpa akses terhadap air minum sehat. REUTERS/Abduljabbar Zeyad

    Perawat memeriksa seorang anak yang terinfeksi kolera di rumah sakit di pelabuhan laut merah di Hodeidah, Yaman, 14 Mei 2017. Hanya sedikit fasilitas medis yang masih berfungsi, sementara dua pertiga penduduk Yaman kini harus bertahan tanpa akses terhadap air minum sehat. REUTERS/Abduljabbar Zeyad

    TEMPO.CO, Sanaa – Badan Kesehatan Dunia  atau WHO menyatakan wabah kolera yang melanda wilayah konflik  Yaman telah menewaskan 1.500 penduduk. "Sejak April, ada sekitar 1.500 orang tewas dan 246 ribu penduduk sakit," kata Nevio Zagaria, perwakilan WHO di Yaman, seperti dikutip dari Al Jazeera, Ahad 2 Juli 2017.

    Nevio mengatakan bahwa wabah epidemi itu telah menyerang 21 provinsi dari 22 provinsi di Yaman. Wabah ini meluas dengan cepat. Diperkirakan wabah ini telah meluas menjangkiti 200 ribu warga Yaman.

    Dia mencurigai bahwa jumlah kasus kolera makin banyak sejak dua bulan terakhir. Penyakit kolera adalah infeksi saluran usus yang bersifat akut. Penyebabnya yakni bakteri vibrio cholerae. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi sebelumnya.

    Perwakilan UNICEF di Yaman, Sherin Varkey menambahkan bahwa seperempat korban jiwa adalah anak-anak. Wabah itu menjangkit dengan cepat, khususnya terhadap anak-anak. Sebelumnya, dua pekan lalu, WHO telah mengumumkan kolera telah mewabah dan bertambah dengan cepat.

    Dari catatan UNICEF, wabah kolera di Yaman menjangkiti 5.000 orang per hari. PBB juga sebelumnya telah memperingatkan Yaman agar lebih mempedulikan kesehatan warganya. Selama ini Yaman menghadapi peperangan yang dipicu konflik antara Iran dengan Arab Saudi.

    Arab Saudi dan sekutunya sejak 2014 melancarkan serangan ke Yaman. Perang saudara itu membunuh lebih dari 10 ribu orang, selain kolera. Akibatnya ekonomi Yaman tak terkendali, kesehatan masyarakat tak terurus, dan banyak penduduk yang tewas karena sakit. Saat ini ada 11 persen dari total penduduk telah mengungsi.

    AL JAZEERA | AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.