Jemaah Umrah Ramadan 2017 Naik, Indonesia Terbanyak Kedua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim mempersiapkan diri untuk berbuka puasa saat menjalankan ibadah umrah pada bulan Ramadan di Mekkah, Arab Saudi, 22 Juni 2017. AP Photo

    Umat Muslim mempersiapkan diri untuk berbuka puasa saat menjalankan ibadah umrah pada bulan Ramadan di Mekkah, Arab Saudi, 22 Juni 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Madinah - Laporan yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi baru-baru ini mengatakan jumlah jemaah umrah pada Ramadan kali ini mengalami peningkatan.

    Menurut laporan tersebut, seperti dikutip Arab News pada 25 Juni 2017, jumlah visa yang diberikan kepada para jemaah pada tahun ini mencapai 6,75 juta dibanding 6,39 juta pada tahun lalu.

    Menteri Haji dan Umrah Mohammed Saleh bin Taher Benten mengatakan jumlah jemaah serta pengunjung yang meningkat ini terjadi sejalan dengan visi mereka pada 2030.

    Asisten Sekretaris Kementerian Haji dan Umrah Mohammed bin Hamed Al-Klaiby menyatakan kenaikan harga di hotel bintang lima adalah sebesar 113 persen. Sedangkan harga di hotel bintang empat naik sebesar 71.2 persen.

    Laporan tersebut juga mengatakan kondisi ekonomi dan keamanan berkontribusi pada penurunan jemaah umrah dari beberapa negara. Namun usaha yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah untuk mendukung beberapa perusahaan umrah mengimbangi kekurangan jumlah jemaah yang berasal dari Mesir, Turki, dan Yordania. Kenaikan jumlah visa umrah juga datang dari beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat, Jerman, serta Norwegia.

    Laporan ini juga menjelaskan, warga Pakistan menduduki daftar jemaah paling banyak dengan jumlah 1.446,284 orang, naik 45 persen dibanding tahun lalu.

    Warga Indonesia berada di posisi kedua dengan kenaikan sebesar 25 persen atau 875,958 jemaah. Di posisi ketiga ada India dengan jumlah 524,604 jemaah.

    ARAB NEWS|YON DEMA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.