Indonesia Minta Amerika Penuhi Hak Hukum Hambali  

Reporter

Keluarga korban berdoa saat peringatan 14 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali Legian, Bali, 12 Oktober 2016. Peringatan tragedi bom yang menewaskan 202 orang tersebut diisi dengan pembacaan doa dan tabur bunga oleh keluarga serta kerabat korban. ANTARA/Wira Suryantala

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah meminta kuasa hukum Hambali memastikan tertuduh dalang bom Bali 2002 itu mendapatkan kepastian hukum dari pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, telah mengetahui dan memantau proses hukum terhadap Hambali.

"Ini adalah proses internal di Amerika serta bertujuan memberikan transparansi dan kepastian hukum kepada Hambali," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, Sabtu, 24 Juni 2017 seperti dilansir Sydney Morning Herald.

Baca: Siapa Hambali, Perancang Bom Bali 2002?

Arrmanatha juga mengatakan, dakwaan yang diajukan pemerintah Amerika terhadap Hambali, tertuduh dalang bom Bali 2002, ditujukan untuk menyediakan kepastian bagi hukum semua tahanan Guantanamo. Nasir menambahkan, Kementerian Luar Negeri telah berkomunikasi dengan pengacara Hambali untuk memastikan hak hukum Hambali dihormati.

Hambali dianggap sebagai salah satu tahanan paling berharga di Teluk Guantanamo. Pria kelahiran Cianjur tersebut telah didakwa jaksa penuntut militer Amerika dengan tujuh tuduhan pada 20 Juni 2017.

Tuduhan yang diajukannya dilaporkan termasuk terorisme, pembunuhan yang melanggar hukum perang, percobaan pembunuhan, dengan sengaja menyebabkan luka fisik yang serius, menyerang warga dan fasilitas sipil, serta penghancuran harta benda yang melanggar hukum perang.

Baca: Australia Dukung Amerika Adili Hambali

Hambali ditahan di Amerika sejak tertangkap pada 2006 lalu. Pada 2008, Indonesia secara resmi pernah meminta akses pada Hambali agar dapat diadili di Indonesia karena terlibat peristiwa Bom Bali I pada 2002. Namun permintaan itu ditolak pemerintah Amerika.

Belakangan, Indonesia prihatin jika Hambali kembali dari Teluk Guantanamo bakal memicu kebangkitan sel teror. Harapan Hambali dipulangkan muncul setelah mantan Presiden Amerika, Barack Obama, sempat bertekad menutup kamp penahanan Guantanamo.

Baca: AS Dakwa Hambali Melanggar Hukum Perang dan Terorisme

Pada Oktober tahun lalu, dewan peninjau menolak permohonan Hambali untuk dibebaskan dari Guantanamo. Hambali mengatakan kepada persidangan bahwa dia tidak memiliki niat buruk terhadap Amerika dan meminta dibebaskan agar dapat menikah lagi dan memiliki anak untuk dibesarkan.

Namun Kementerian Pertahanan Amerika, dalam rekomendasinya, mengatakan kepada dewan peninjau bahwa jika dibebaskan, Hambali kemungkinan akan mencari mantan rekannya untuk mendukung kegiatan ekstremisme.

SYDNEY MORNING HERALD | YON DEMA






Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

36 hari lalu

Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

Remisi terhadap Umar Patek mendapat sorotan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, pemerintah mendengar segala masukan.


Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

36 hari lalu

Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

Yasonna Laoly menyatakan remisi kepada Umar Patek sudah mendapatkan rekomendasi dari BNPT.


Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kekecewaan Australia Umar Patek Dapat Remisi

38 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kekecewaan Australia Umar Patek Dapat Remisi

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese baru-baru ini mengungkapkan kekecewannya terhadap Indonesia yang memberikan remisi pada Umar Patek.


Java Jazz 2004 Setelah Tsunami dan Bom Bali, Siapa Musisi yang Tampil?

1 Juni 2022

Java Jazz 2004 Setelah Tsunami dan Bom Bali, Siapa Musisi yang Tampil?

Java Jazz Festival pertama kali diselenggarakan 2004, untuk memperbaiki citra Indonesia setelah tsunami dan bom Bali. Siapa saja musisi yang tampil?


Tersangka Serangan 9/11 Dipulangkan dari Guantanamo, Nasib Hambali Belum Jelas

8 Maret 2022

Tersangka Serangan 9/11 Dipulangkan dari Guantanamo, Nasib Hambali Belum Jelas

Tersangka pembajak ke-20 dalam serangan 11 September 2001 atau Teror 9/11 dipulangkan ke Arab Saudi setelah ditahan selama 20 tahun di Guantanamo


Pemerintah Beri Kompensasi ke WNA Korban Terorisme, Kecuali Warga Australia

19 Februari 2022

Pemerintah Beri Kompensasi ke WNA Korban Terorisme, Kecuali Warga Australia

Pemerintah memberikan kompensasi kepada seluruh WNA korban terorisme di Indonesia pada masa lalu, kecuali warga Australia karena masalah administrasi


Indonesia Setidaknya Punya 3 Dark Tourism, Salah Satunya Monumen Bom Bali

28 Desember 2021

Indonesia Setidaknya Punya 3 Dark Tourism, Salah Satunya Monumen Bom Bali

Inilah 3 destinasi wisata di Indonesia yang masuk kategori dark tourism, antara lain Monumen Bom Bali.


Nasib Hambali di Guantanamo Belum Jelas, Permintaan Sidang di Luar Puasa Ditolak

21 Desember 2021

Nasib Hambali di Guantanamo Belum Jelas, Permintaan Sidang di Luar Puasa Ditolak

Nasib peradilan terdakwa kasus Bom Bali dan Bom JW Marriott, Encep Nurjaman atau Hambali, di Guantanamo, masih belum jelas.


Bom Bali 12 Oktober 2002 Tewaskan 202 Orang, Amrozi Mengaku sebagai Pelaku

12 Oktober 2021

Bom Bali 12 Oktober 2002 Tewaskan 202 Orang, Amrozi Mengaku sebagai Pelaku

Pada 12 Oktober 2002, peristiwa bom bunuh diri di Kuta, Bal;i yang disebut Bom Bali I. Amrozi mengaku dirinya sebagai pelaku.


19 Tahun Bom Bali, Awalnya Rencana Diledakkan Tepat 1 Tahun Pasca Tragedi WTC

12 Oktober 2021

19 Tahun Bom Bali, Awalnya Rencana Diledakkan Tepat 1 Tahun Pasca Tragedi WTC

Ali Imron, salah satu pelaku Bom Bali I ini menyatakan bahwa rencananya bom akan diledakkan tepat 1 tahun tragedi WTC, 11 September 2002.