Atasi Krisis Qatar, Erdogan Berunding dengan Presiden Prancis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato selama reli pendukung sehari setelah referendum, di luar Istana Kepresidenan, di Ankara, Turki, 17 April 2017. AP/Burhan Ozbilici

    Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato selama reli pendukung sehari setelah referendum, di luar Istana Kepresidenan, di Ankara, Turki, 17 April 2017. AP/Burhan Ozbilici

    TEMPO.COAnkara - Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan melakukan pembicaraaan dengan Emir Qatar dan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengatasi krisis Qatar.

    Menurut sumber di Istana Presiden, pembicaraaan trilateral melalui telepon itu dilakukan Erdogan dengan Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dan Macron mengenai isu di Teluk.

    "Ketiga pemimpin negara memilik pandangan yang sama mengenai penyelesaian krisis Qatar," kata sumber di Istana.

    Sumber di Istana menjelaskan, ketiganya sepakat bahwa krisis Qatar hanya bisa diselesaikan dengan cara dialog dan perudingan.

    Baca: Dikeroyok Arab Saudi Cs, Qatar : Kami Tak Akan Menyerah

    "Semua pihak diminta mendukung upaya mengakhiri krisis tersebut."

    Pada 5 Juni 2017, lima negara Arab terdiri dari Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka serempak menuding Doha mendukung terorisme.

    Baca: Mengejutkan, Arab Saudi Putuskan Hubungan dengan Qatar

    Qatar berkali-kali membantah tudingan tersebut. Namun demikian, upaya tersebut tak membuahkan hasil justru menimbulkan krisis Qatar.

    HURRIYET DAILY NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.