Dokter di Suriah Keluhkan Bantuan Kemanusiaan Turun Drastis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas berusaha menyelamatkan anak yang terkena serangan gas yang diduga beracun kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, 6 Maret 2017. Sekitar 100 orang tewas dan lebih dari 350 lainnya menderita sakit akibat serangan gas tersebut. Social Media Website via Reuters TV

    Seorang petugas berusaha menyelamatkan anak yang terkena serangan gas yang diduga beracun kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, 6 Maret 2017. Sekitar 100 orang tewas dan lebih dari 350 lainnya menderita sakit akibat serangan gas tersebut. Social Media Website via Reuters TV

    TEMPO.COParis - Sejumlah dokter warga Suriah mengungkapkan bantuan kemanusiaan ke Suriah turun drastis dalam dua bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh organisasi-organisasi pendonor tidak lagi berminat mengirimkan bantuan medis kepada para korban dan pengungsi.

    Para dokter yang bertugas di provinsi-provinsi yang dikuasai pemberontak yang memusuhi pemerintahan Bashar al-Assad menuturkan bantuan medis yang turun drastis membuat sejumlah rumah sakit tutup.

    Baca: Suriah Dituduh Gantung Ribuan Tahanan dan Membakar Jasad Mereka

    Seperti yang terjadi di Provinsi Idlib, ribuan warga Suriah mengungsi ke provinsi di utara Suriah yang berbatasan dengan Turki ini tanpa ketersediaan obat-obatan. Provinsi Idlib menjadi pusat kekuatan pemberontak, termasuk ISIS.

    "Situasi di Idlib sangat buruk karena banyak organisasi menghentikan bantuan mereka. Banyak rumah sakit tutup karena yang memberikan bantuan dari luar bosan akibat revolusi sudah berlangsung selama tujuh tahun. Banyak di antara mereka yang tidak mau datang lagi," kata Farida, dokter ahli kandungan terakhir yang dievakuasi dari wilayah perang Aleppo ke Idlib pada awal tahun ini. 

    Baca: Kisah Fotografer Selamatkan Anak-anak Aleppo dari Bom Bunuh Diri

    Menurut Farida, sekitar tiga juta orang saat ini tinggal di Idlib.

    Untuk mengatasi penurunan drastis bantuan medis ke Suriah, tiga dokter sebagai delegasi dari Yayasan Masyarakat Kedokteran Suriah Amerika atau SAMS terbang ke Paris, Prancis, kemudian ke Belanda dan Luksemburg untuk menagih komitmen bantuan medis bagi Suriah.

    CHANNEL NEWSASIA | MARIA RITA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.