Qatar Sewa Eks Jaksa Agung AS untuk Atasi Krisis Diplomatik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Jaksa Agung A.S. John Ashcroft. REUTERS/Larry Downing

    Mantan Jaksa Agung A.S. John Ashcroft. REUTERS/Larry Downing

    TEMPO.CO, Doha-Pemerintah Qatar menyewa John Ashcroft, bekas Jaksa Agung Amerika Serikat atau AS era Presiden George W. Bush untuk memberi masukan selama masa krisis diplomatik dan membantu merancang undang-undang anti-pendanaan terorisme internasional.

    Kesepakatan Ashcroft sebagai penasihat hukum Qatar diajukan ke Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman AS pada Jumat lalu.

    Baca: Qatar Mulai Dibanjiri Produk Turki

    Laporan tersebut kemudian muncul dalam situs dokumen kesepakatan Pendaftaran Perusahaan Konsuler Asing atau Foreign Agents Registration Act Kementerian Pertahanan Amerika, Senin, 12 Juni 2017.

    "Kerja perusahaan ini akan termasuk merespons dan mengelola krisis, program dan analisa sistem, menjangkau media, pendidiakn dan advokasi terkait sejarah klien, upaya-upaya yang sedang dan akan dilakukan untuk memerangi teror global dan melaksanakan tujuan serta merampungkannya," ujar surat yang dibuat perusahaan mitra Ashcroft seperti dikutip dari Reuters, Senin, 12 Juni 2017.

    Baca: Turki Desak Negara Teluk Akhiri Krisis Qatar Sebelum Idul Fitri

    Qatar menghadapi isolasi dari sejumlah negara-negara Arab yakni Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir. Pasalnya, Qatar dituding mendukung milisi-milisi kelompok teroris seperti Ikhwanul Muslimin, Houthi, dan ISIS, serta berteman dekat dengan Iran.  Qatar membantah semua tuduhan itu.

    Qatar akan membayar kantor hukum John Ashcroft sebesar US$ 2,5 juta atau Rp 33,2 miliar untuk 90 hari kerja.  Hanya saja, Qatar maupun Ashcroft belum menanggapi informasi kerja sama ini.

    REUTERS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.