Arab Saudi Larang Jemaah Umrah Qatar Masuki Masjidil Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat muslim melakukan tawaf atau mengelilingi kabah tujuh kali, saat bulan Ramadan di Masjidil Haram, Mekah, Juni 2016. REUTERS/Faisal Al Nasser

    Umat muslim melakukan tawaf atau mengelilingi kabah tujuh kali, saat bulan Ramadan di Masjidil Haram, Mekah, Juni 2016. REUTERS/Faisal Al Nasser

    TEMPO.CO, Doha — Otoritas Arab Saudi dilaporkan melarang warga Qatar masuk ke Masjidil Haram di Mekah. Pelarangan yang diungkapkan pertama kali oleh media Qatar, Al Sharq, adalah imbas dari krisis diplomatik antara Qatar dan negara-negara di Teluk Arab.

    Menurut Al Sharq, Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar atau NHRC menerima keluhan dari warga Qatar tentang larangan masuk ke Masjidil al-Haram di Mekah.

    Baca: Kerap Berbeda, Menjadi Sebab Pengucilan Qatar oleh Arab Saudi cs

    Kepala NHRC Ali bin Smaikh al-Marri menyebut insiden ini kekerasan mencolok terhadap hak warga Qatar untuk menjalankan kegiatan keagamaan. Sebab, hak semua umat Islam untuk masuk ke tempat tersuci itu.

    "NHRC sangat mengecam tindakan ini, pasalnya ini adalah pelanggaran hak untuk melakukan ritual keagamaan yang dijamin oleh konvensi hak asasi manusia," kata dia, seperti dilansir dari Al Jazeera, Ahad, 11 Juni 2017.

    Otoritas Saudi biasanya tidak mempertanyakan dari mana orang-orang yang memasuki Masjidil Haram ini berasal.

    Sejak pemutusan hubungan diplomatik dilakukan Arab Saudi cs, Qatar semakin dikucilkan. Tak hanya hubungan diplomatik, perdagangan pun diputuskan dengan Qatar.

    Pemutusan hubungan ini disebutkan lantaran Qatar mendukung kelompok teroris, seperti Hamas dan Ikhwanul Muslimun. Tak hanya itu, kedekatan Qatar dengan Iran pun membuat negara di Liga Arab berang.

    Baca: Dikeroyok Arab Saudi Cs, Qatar: Kami Tak Akan Menyerah

    Qatar sendiri membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, pemerintah menyebutkan malah menyerang apa yang disebut akar terorisme dengan cara halus, seperti memberi pekerjaan bagi kaum muda, mendidik ratusan ribu pengungsi Suriah, dan mendanai program masyarakat untuk menantang kelompok bersenjata.

    "Posisi kami dalam melawan terorisme justru lebih kuat daripada banyak penandatanganan pernyataan bersama yang kami lakukan. Fakta ini telah diabaikan penulis berita bohong tersebut," ujar pemerintah.

    Qatar menuduh Uni Emirat Arab dan Arab Saudi meretas kantor berita Qatar dan menulis berita bohong mengenai dukungan Emir Qatar terhadap Iran.

    AL JAZEERA | AL SHARQ | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.