Bersaksi di depan Kongres, Mantan Direktur FBI Mengaku Bingung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Getty Images/Chip Somodevilla

    Getty Images/Chip Somodevilla

    TEMPO.CO, Washington - Mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), James Comey, memberikan kesaksiannya di hadapan Komite Intelijen Senat malam ini. Sebelum memulainya, dia menyatakan bingung dengan peyebab pemecatan dirinya oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Comey mengatakan Trump berulang kali menyanjung kinerjanya. Namun tiba-tiba dia diberhentikan karena dinilai lembaganya tak bekerja dengan baik. Dia mengaku terkejut karena mengetahui kabar pemecatannya dari televisi.

    "Pemerintah mengatakan FBI kacau, tak dipimpin dengan baik, sehingga kepercayaan terhadap pemimpinnya hilang. Itu adalah kebohongan," katanya seperti dilansir Boston Globe, Kamis, 9 Juni 2017. Dia kemudian menambahkan, "FBI itu jujur, FBI kuat, dan FBI independen dan akan selalu begitu."

    Simak: Donald Trump Pecat Direktur FBI

    Kemudian Comey menyadari pemecatannya dipicu investigasi FBI terhadap hubungan Rusia dengan Trump. Comey dipecat pada 2 Mei 2017. Organisasinya menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun lalu serta hubungan Moskow dengan lingkaran dalam Trump.

    Dia sempat menemui Trump terkait penyelidikan tersebut pada Februari 2017. Trump diketahui meminta investigasi itu dihentikan.

    Simak: Menantu Presiden Trump Diawasi FBI

    Kesaksian Comey malam ini bertujuan untuk menjelaskan dugaan dari hasil penyelidikan FBI tersebut. Kesaksiannya merupakan penampilan pertamanya di publik setelah dipecat.

    Berdasarkan laporan CNN, Presiden Trump memantau kesaksian Comey dari Gedung Putih. Dia didampingi konselor pribadinya, Marc Kasowitz.



    BOSTON GLOBE | CNN | TELEGRAPH | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.