'Penggal' Kepala Donald Trump, Komedian Ini Minta Maaaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kathy Griffin dan Donald Trump. cnn.com, REUTERS

    Kathy Griffin dan Donald Trump. cnn.com, REUTERS

    TEMPO.CO, Washington - Komedian wanita asal Amerika Serikat meminta maaf setelah dirinya membuat lelucon tentang memenggal kepala presiden Donald Trump.

    Kathy Griffin yang merupakan pembawa acara komedi di saluran CNN memicu kemarahan dari pendukung Donald Trump ketika gambarnya memegang kepala patung mirip Trump yang berlumuran darah tersebar luas di situs sosial pada Selasa lalu.

    Setelah mendapat kecaman luas, Griffin akhirnya meminta maaf.

    Baca: Donald Trump Terancam Disadap Gara-Gara Sebar Nomor Pribadi

    "Saya meminta maaf. Saya bersalah. Memenggal kepala presiden bukan hal yang lucu," kata Griffin melalui Twitter dan Instagram, seperti yang dilansir CNN pada 1 Juni 2017.

    Gara-gara insiden ini, stasiun jaringan televisi CNN mengumumkan bahawa telah memecat Griffin.

    "CNN membatalkan perjanjian dengan Kathy Griffin dalam program perayaan Tahun Baru," jelas departemen humas perusahaan itu melalui situs Twitter.

    Aksi Griffin itu juga mengundang kecaman dari Ibu Negara Amerka Serikat, Melania Trump, yang menilai aksi komedian itu keterlaluan.

    Baca: Dipecat Donald Trump, Direktur FBI Mengira Hanya Gurauan

    "Sebagai ibu, istri dan manusia, gambar tersebut sangat menjijikkan," katanya.

    Bahkan anak Melania dan Trump, Barron, turut menyangka ayahnya dipenggal menyusul penyebaran foto tersebut.

    Dinas Rahasia AS yang ditugaskan menjaga keamanan Presiden, mengingatkan masyarakat agar tidak mengeluarkan pernyataan atau tindakan yang dianggap bisa mengancam nyawa Presiden Donald Trump.

    CNN | DAILY MAIL | USA TODAY | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.